Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wow! Ekonomi Digital RI ‘Diramal’ Tumbuh 800% Hingga 2030
    Insight News

    Wow! Ekonomi Digital RI ‘Diramal’ Tumbuh 800% Hingga 2030

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 November 2021Updated:19 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Ekonomi digital di masa yang akan datang bakal menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia. Bahkan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memproyeksikan dalam 9 tahun ke depan sektor itu akan tumbuh hingga 800%.

    Dalam acara Digital Technopreneur Fest dan Technopreneur Campus FORBIS 2021, dia mengatakan ekonomi digital menjadi salah satu yang penting. Ekonomi RI hari ini dari sisi gross domestic product (GDP) mencapai Rp 15.400 triliun atau US$ 1,1 triliun.

    Menurut Lutfi, pertumbuhan di akhir tahun 2030 kira-kira bisa mencapai 1,5 kali yakni antara Rp 24.000 – Rp 30.000 triliun.

    “Tapi exposure ekonomi digital kita akan tumbuh Rp 632 triliun jadi Rp 4.531 triliun atau tumbuh 800% di dalam 9 tahun ke depan,” lanjutnya.

    Dia menjelaskan pertumbuhan ekonomi digital pertama yang terbesar adalah e-commerce. Di mana e-commerce akan merajai US$ 120 miliar atau Rp 1.900 triliun.

    “Ketiga adalah terpenting, education 3% Rp 160 triliun, dan health Rp 476 triliun. Dua hal ini penting membantu golden generation kita, generasi penerus,” jelasnya.

    Lebih lanjut dia mengatakan pendidikan sangat penting, di mana lulusan angkatan kerja dari SMA di Indonesia baru 60% dan diharapkan bisa didorong menjadi 99%.

    “SMA kita 60% lulusan work force kita di masa yang akan datang harus convert jadi 99% daripada angkatan kerja lulusan SMA,” ucapnya.

    Untuk mendorong hal ini, Lutfi bilang harus dengan teknologi pendidikan. Dia menjelaskan saat ini ada 25 juta orang yang masuk SD, dan lulusan SMA hanya 10 juta.

    “SMA hanya 10 juta gak sampai, jadi 15 juta hilang. Harus masuk ke teknologi pendidikan untuk menciptakan pendidikan yang baik,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Sumber: CNBC.com )



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.