Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Wow Covid RI Turun, Penyebabnya Diduga Bukan Hanya Vaksinasi
    Insight News

    Wow Covid RI Turun, Penyebabnya Diduga Bukan Hanya Vaksinasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Agustus 2022Updated:14 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penurunan kasus Covid-19 yang sempat tercatat di Indonesia beberapa waktu lalu dilaporkan bukan hanya karena vaksinasi saja. Namun juga berasal dari infeksi virus pada masyarakat sebelumnya.

    Ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang mengatakan antibodi masyarakat Indonesia berasal dari vaksinasi dan infeksi Covid-19.

    Indonesia juga telah menggelar survei serologi antibodi Covid-19. Survei tersebut dilakukan Kementerian Kesehatan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hasilnya jelang momen lebaran tahun ini, antibodi masyarakat tanah air sudah mencapai 99,2%. Survei menunjukkan titer antibodi tinggi bisa mengurangi risiko akibat Covid-19.

    “Artinya 99,2% populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi,” ujar pria yang akrab disapa BGS beberapa waktu lalu.

    Hasil survei pada Lebaran tersebut meningkat dari temuan periode November dan Desember 2021. Kala itu dilaporkan antibodi masyarakat sebesar 86,6%, dan 74% memiliki antibodi dari infeksi Covid-19.

    Titer antibodi masyarakat juga mengalami peningkatan. Dari level 500-600 menjadi 7.000-8.000, yang artinya masyarakat memiliki titer antibodi selain peningkatan itu sendiri.

    Hasil tersebut mencerminkan daya tahan tubuh dapat menghadapi virus yang menginfeksi. Selain itu juga bisa mengurangi risiko rumah sakit dan meninggal saat masyarakat terinfeksi virus.

    “Ini menunjukkan masyarakat bukan hanya yang sudah memiliki antibodi tapi kadar antibodinya tinggi. Sehingga kalau nanti diserang virus daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya, dan mengurangi sekali risiko masuk rumah sakit apalagi risiko untuk wafat,” kata Budi.

    Vaksinasi Covid-19 di Indonesia sendiri telah dijalankan sejak awal 2021 lalu. Sementara itu program booster atau dosis ketiga dilakukan pada awal tahun ini bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

    Tenaga kesehatan juga telah diizinkan mendapatkan booster kedua atau dosis Covid-19 kedua beberapa waktu lalu.

    Sementara itu, Indonesia juga sempat mengalami beberapa kali kenaikan kasus yang diakibatkan Covid-19. Misalnya karena penyebaran varian Delta pada pertengahan tahun lalu dan Omicron yang terjadi awal tahun ini.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    WHO Rekomendasikan Pil Ini untuk Obat Covid, Terbukti Manjur?


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.