Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»WeWork Bangkrut, Dulu Valuasi Rp 720 T Kini Ajukan Pailit
    Insight News

    WeWork Bangkrut, Dulu Valuasi Rp 720 T Kini Ajukan Pailit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 November 2023Updated:1 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – WeWork akan mengajukan kebangkrutan pada awal minggu kedua November 2023. Startup co-working asal AS itu terlilit utang dan mengalami kerugian dalam jumlah besar.

    Dilansir Reuter,s sejumlah pihak yang mengetahui masalah ini mengatakan WeWork sedang mempertimbangkan untuk mengajukan petisi Bab 11 di New Jersey.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelumnya pada Selasa (31/10), WeWork telah menandatangani perjanjian dengan kreditor untuk penundaan sementara pembayaran sebagian utangnya, dengan masa tenggang hampir berakhir.

    Perusahaan ini memiliki utang bersih jangka panjang sebesar US$2,9 miliar pada akhir Juni dan sewa jangka panjang lebih dari US$13 miliar. Jumlah ini dimiliki WeWork di tengah meningkatnya kenaikan biaya pinjaman perbankan yang merugikan sektor real estat komersial di Amerika Serikat.

    Kabar pengajuan kebangkrutan ini bukan hal yang mengejutkan. Perusahaan yang memiliki valuasi sekitar US$ 47 miliar (Rp 720 triliun) pada 2019 itu sudah lama berjuang untuk selamat.

    Perusahaan diketahui mulai goyang sejak rencananya untuk go public pada tahun 2019 gagal, menyusul skeptisisme investor terhadap model bisnisnya yang mengambil sewa jangka panjang dan menyewakannya untuk jangka pendek serta kekhawatiran akan kerugian yang besar.

    Masalah tak juga usai, keadaan WeWork tidak membaik di tahun-tahun berikutnya.

    Namun, mereka akhirnya berhasil melantai di pasar saham pada tahun 2021 dengan valuasi yang jauh lebih rendah. Investor utamanya, konglomerat Jepang SoftBank, menghabiskan puluhan miliar dolar untuk menopang startup tersebut, namun perusahaan terus merugi.

    WeWork menimbulkan keraguan besar mengenai kemampuannya untuk melanjutkan operasinya pada bulan Agustus, dengan banyak eksekutif, termasuk CEO Sandeep Mathrani, mengundurkan diri tahun ini.

    Pada September lalu, mantan startup unicorn terbesar dunia itu kesulitan membayar sewa kantor.

    Saat itu, CEO WeWork David Tolley yakin WeWork tidak akan bangkrut. Tolley dipercaya menjadi CEO sementara pada Mei 2023. Strategi utamanya adalah melakukan negosiasi ruang kantor WeWork di seluruh dunia.

    (fab/fab)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.