Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Virus Zombie Berusia 48.500 Tahun Ditemukan, Cek Faktanya!
    Insight News

    Virus Zombie Berusia 48.500 Tahun Ditemukan, Cek Faktanya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2023Updated:16 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pandemi seperti virus covid-19 yang menyerang sejak 2020 lalu diprediksi bakal makin lumrah di masa depan. Menurut para ilmuwan, hal ini disebabkan lapisan tanah beku (permafrost) yang mulai mencair.

    Dari situ, akan banyak virus yang sudah lama tak aktif lepas ke permukaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah virus zombie yang sudah tertanam selama 48.500 tahun di bawah danau beku di Rusia.

    Penemuan ini dilaporkan tim peneliti yang dinakhodai mikrobiolog asal Perancis, Jean-Marie Alempic, dari French National Centre for Scientific Research, dikutip dari OutlookIndia, Kamis (16/2/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun perlu dicatat bahwa penemuan ini belum dikaji lebih lanjut untuk menakar tingkat bahayanya. Virus zombie sendiri diyakini muncul akibat permafrost gara-gara temperatur global kian memanas.

    Menurut ScienceAlert, 13 virus baru ditemukan dalam studi tersebut. Masing-masing memiliki struktur genetika yang berbeda-beda.

    Virus tertua dinamai ‘pandoravirus yedome’, diambil dari karakter mitologi Pandora. Virus ini ditemukan di bawah danau Yukechi Alas di Yakutia, Rusia.

    Berusia 48.500 tahun, pandoravirus memecahkan rekor sebagai virus beku tertua yang diprediksi bisa kembali mengudara dan berpotensi menginfeksi organisme. Sebelumnya, virus tertua ditemukan di Siberia pada 2013 lalu oleh tim peneliti yang sama. Virus tersebut berusia 30.000 tahun.

    Para ilmuwan menjelaskan bahwa virus zombie tersebut punya kecenderungan menular, sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, belum dikaji lebih lanjut apa saja efek dari virus zombie ini di badan manusia.

    Lebih lanjut, para ilmuwan mengemukakan bahwa virus semacam covid-19 akan makin sering terjadi di masa depan. “Kita perlu memikirkan risiko partikel virus purba yang bisa kembali bersirkulasi dan menular berkat mencairnya lapisan permafrost kuno,” dilaporkan New York Post.

    Materi organik yang dilepaskan pencairan es akan terurai menjadi karbon dioksida dan metana. Alhasil, ini akan makin meningkatkan efek rumah kaca dan mempercepat pencairan di lapisan permafrost.

    Para ilmuwan percaya bahwa penemuan virus-virus baru yang diklasifikasikan sebagai ‘virus zombie’ hanya berasal dari permukaan saja. Akan lebih banyak virus yang berada di bawah lapisan, tetapi memerlukan studi dan penelitian lebih dalam.

    [Dexpert.co.id]

    (tib)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.