Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Usai PHK Karyawan, Kekayaan Bos Shopee Raib Rp 250 Triliun
    Insight News

    Usai PHK Karyawan, Kekayaan Bos Shopee Raib Rp 250 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 September 2022Updated:23 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belakangan Shopee sedang gencar melakukan PHK karyawan, tak hanya di Indonesia tapi juga di beberapa wilayah operasi mereka. SEA Ltd, sebagai induk perusahaan Shopee, juga melakukan PHK di beberapa unit bisnisnya.

    Untuk diketahui pendiri dan CEO SEA Ltd Forrest Li pernah menyandang predikat orang terkaya di Singapura dengan harta kekayaan yang dilaporkan sebesar US$ 22 miliar atau setara Rp 319 triliun.

    Namun kini, berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Li tinggal US$ 4,7 miliar (Rp 68,15 triliun). Artinya kekayaannya telah menyusut sebesar Rp 250,85 triliun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hal ini imbas dari anjloknya harga saham SEA di bursa Amerika serikat yang membuat kapitalisasi pasar perusahaan sebesar US$ 1 triliun hilang yang akhirnya berdampak pada kekayaannya.

    Sentimennya mulai dari penutupan operasi Shopee di India dan Prancis hingga laporan keuangan yang mengecewakan.

    Pada kuartal pertama tahun lalu, Sea juga melaporkan kerugian bersih yang membengkak. Hal itu disebabkan karena perusahaan sedang mempercepat ekspansinya.

    Penurunan kekayaan Forrest Li ini menunjukkan kerentanan saham sektor teknologi. Peningkatan pesat kekayaan ini ditopang meningkatnya oleh tingginya permintaan untuk layanan perusahaan seperti e-commerce Shopee dan gim Garena selama pandemi.

    Namun ternyata ada ancaman perang Ukraina dan Rusia, serta kenaikan suku bunga acuan karena bank sentral akan berusaha untuk mengendalikan inflasi yang sudah naik.

    “SEA akan menghadapi tantangan yang meningkat pada tahun 2022,” kata Managing Director Blue Lotus Capital, Shawn Yang.

    Channel News Asia melaporkan perwakilan Sea menolak untuk berkomentar untuk masalah ini.

    Penurunan kekayaan bos perusahaan teknologi bukan hanya terjadi pada Forrest Li saja. Ada bos Zoom, Eric Yuan kehilangan kekayaan US$ 4,4 miliar serta Jeff Bezos pendiri Amazon yang penurunan kekayaan menjadi US$ 58 miliar.

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Taipan, Investor Gojek, hingga Eks Menteri Bicara PHK Startup

    (dem)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.