Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ujung Dunia Ada di Mana, Simak Penjelasan Ahli
    Insight News

    Ujung Dunia Ada di Mana, Simak Penjelasan Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juli 2023Updated:25 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dunia memang luas. Namun, ujungnya di mana? Ternyata, letak ujung dunia dan antariksa sudah lama terdeteksi oleh para ahli. Batasan itu disebut sebagai Garis Karman.

    Garis Karman dinamai oleh Theodore von Karman, seorang fisikawan keturunan Amerika-Hungaria pada 1957. Dia merupakan orang pertama yang mencoba mendefinisikan batas antara bumi dengan antariksa.

    Garis Karman bukan hanya berguna untuk mengetahui batas pesawat terbang. Lebih dari itu, garis pembatas ini juga membantu ilmuwan dan insinyur dalam meneliti bumi lewat pesawat antariksa dan satelit yang mengorbit.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Garis Karman merupakan perkiraan wilayah yang menunjukkan ketinggian tertentu untuk satelit bisa mengorbit Bumi tanpa terbakar atau jatuh,” jelas Katrina Bossert selaku fisikawan luar angkasa Arizona State University, dikutip dari Live Science, Selasa (25/12/2022).

    Bossert menjelaskan ada berbagai faktor menentukan berapa banyak hambatan udara. Misalnya ukuran dan bentuk satelit.

    Biasanya satelit yang berada di orbit rendah Bumi memiliki klasifikasi terbang dengan tinggi kurang dari 1.000 km.

    Satelit yang berada di orbit rendah itu, kata Bossert, akan jatuh dalam beberapa tahun. Hal itu karena “ada tarikan dari atmosfer atas Bumi secara bertahap dan memperlambat kecepatan orbit”.

    Penjelasan lainnya datang dari Asisten Profesor Ilmu Atmosfer University of California, Matthew Igel. Menurut Dia garis itu didefinisikan dengan jarak 100 kilometer di atas bumi. Namun, bukan tidak mungkin ada yang mengorbit di bawah garis tersebut.

    Menurut dia, ada kemungkinan sesuatu mengorbit Bumi pada ketinggian di bawah garis Karman, tetapi akan membutuhkan kecepatan orbit yang sangat tinggi yang akan sulit dipertahankan karena gesekan.

    “Di sanalah letak perasaan yang harus dimiliki seseorang untuk garis Karman: Ini merupakan ambang batas imajiner namun praktis antara perjalanan udara dan perjalanan antariksa,” jelasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Nyaris Sampai ‘Ujung’ Tata Surya, Pesawat NASA ‘Putar Balik’

    (fab/fab)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.