Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tsunami PHK! Amazon & Google Kompak Kurangi Ratusan Karyawan
    Insight News

    Tsunami PHK! Amazon & Google Kompak Kurangi Ratusan Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Januari 2024Updated:14 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa teknologi makin kencang dilanda badai PHK. Jelang akhir pekan ini, Google dan Amazon sama-sama mengumumkan pemangkasan karyawan.

    Laporan Reuters, Kamis (11/1/2024) menyebutkan Amazon akan memangkas ratusan karyawan di divisi streaming, yakni Prime Video.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam catatan internal, Amazon mengatakan masih melanjutkan efisiensi ke 2024, setelah PHK massal selama 2 tahun terakhir.

    Karyawan Prime Video dan MGM Studios di Amerika Serikat (AS) yang terdampak akan diinformasikan pada Rabu (10/1) kemarin. Sementara itu, karyawan terdampak di negara-negara lain akan diberi tahu pada akhir pekan ini.

    Raksasa ritel tersebut memangkas lebih dari 27.000 karyawan pada tahun lalu. Gelombang PHK massal di sektor teknologi mencuat usai industri melakukan perekrutan besar-besaran selama pandemi.

    “Kami telah mengidentifikasi kesempatan untuk mengurangi dan menyetop investasi di beberapa area, sembari meningkatkan investasi ke konten dan inisiatif produk yang memberikan dampak paling besar,” kata SVP Prime Video dan MGM Studios, Mike Hopkins, dalam keterangan internal yang dilihat Reuters.

    Google PHK

    Sejalan dengan Amazon, Google juga melakukan PHK yang berdampak pada ratusan karyawan di divisi Google Assistant, Devices, dan Services, pada pekan ini.

    Seiring dengan PHK ratusan pegawai, pendiri Fitbit yaitu James Park dan Eric Friedman juga hengkang dari Google. Fitbit adalah produsen perangkat jam pintar yang telah diakusisi Google.

    Langkah Google melakukan PHK atas ratusan orang adalah kelanjutan dari perubahan struktur organisasi yang telah berlangsung sejak pertengahan 2023. PHK besar-besaran di Waze juga termasuk dalam program ini.

    “Sejak pertengahan 2023, beberapa tim kami menjalankan beberapa perubahan agar lebih efisien dan bisa bekerja lebih baik, dan menyesuaikan sumber daya mereka dengan produk prioritas utama. Beberapa tim masih terus melakukan perubahan organisasi ini, termasuk dihapusnya beberapa posisi secara global,” kata juru bicara Google kepada Reuters, dikutip pada Kamis (11/1/2024).

    Per September 2023, Alphabet yaitu induk usaha Google, memiliki 182.381 pegawai di seluruh dunia.

    Perubahan arah di bisnis Google disebut terkait dengan tren pengembangan teknologi AI atau kecerdasan buatan. Hampir semua perusahaan teknologi raksasa dari seluruh dunia berlomba menerjemahkan teknologi AI generatif ke sebuah produk baru yang menguntungkan.

    Pada Oktober lalu, Google mengungkapkan rencana menambahkan fitur AI generatif dari chatbot Bard ke asisten virtual Google. Tujuannya agar asisten virtual di HP dengan sistem operasi Google memiliki kemampuan serupa dengan platform AI seperti ChatGPT.


    Artikel Selanjutnya


    Ramai Hoax Israel-Hamas, Google PHK Divisi Berita

    (fab/fab)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.