Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tragedi Harimau Jawa Diadu Kerbau Sambut Belanda, Ditombak Warga
    Insight News

    Tragedi Harimau Jawa Diadu Kerbau Sambut Belanda, Ditombak Warga

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 April 2024Updated:18 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jejak harimau jawa yang dianggap telah punah sejak 1976 menemui titik terang usai BRIN memublikasikan fakta terbaru soal keberadaannya.

    BRIN berhasil melakukan analisis DNA dari sehelai rambut diduga harimau jawa sejak 2019 lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa rambut tersebut terbukti berasal dari harimau jawa berdasarkan spesimen yang disimpan museum. Artinya, spesies tersebut diduga masih berkeliaran di pedalaman hutan Sukabumi, Jawa Barat.

    Sekitar tiga abad lalu, populasi harimau jawa memang masih cukup banyak di hutan-hutan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya catatan aktivitas harimau dalam arsip-arsip kolonial. Dalam periode tahun 1800-an, catatan sejarah menunjukkan hewan tersebut sering digunakan dalam tradisi rampogan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Rampogan merupakan tradisi yang mempertandingkan harimau jawa dengan kerbau. Ini biasanya dilakukan oleh kesultanan sebagai sarana menyambut tamu dari Eropa. Dalam tradisi ini harimau jawa diadu oleh kerbau. Tak jarang pula, harimau menjadi sasaran tombak para penonton.

    Praktis, rampogan membuat hewan bernama latin panthera tigris sondaica itu banyak terbunuh. Apalagi usai rampogan makin meluas, tak lagi ajang seremonial, dan jadi tontonan hiburan bagi banyak orang. Mereka diambil dari hutan lalu dibawa ke arena gladiator untuk diadu dengan kerbau. 

    Selain itu, di masa kolonial, eksistensi harimau jawa juga membawa malapetaka bagi kehidupan manusia.

    Dalam riset R. Wessing berjudul T”he Last Tiger in East Java: Symbolic Continuity in Ecological Change” dijelaskan bahwa seringkali terjadi gesekan antara harimau jawa dengan manusia seiring masifnya pembukaan lahan baru di abad ke-19. Alhasil, harimau yang terusik menyerang manusia dan hewan ternak.

    Wessing mencatat ada 2.500 orang yang tewas akibat diserang harimau per tahunnya. Atas dasar ini, pemerintah kolonial masif membunuh harimau jawa lewat tangan para pemburu. Di tahun 1940, jumlah harimau jawa menyusut menjadi 200-300 ekor, dari sebelumnya ribuan. Lalu di era kemerdekaan, populasi mereka pun makin kritis.

    Tradisi rampogan, kebijakan pembasmian harimau jawa, dan berkurangnya habitat praktis membuat harimau jawa menghilang dari hutan-hutan di Jawa. Sampai akhirnya, International Union for Conservation of Nature (IUCN) dalam situs resminya mengumumkan Harimau Jawa terakhir tercatat berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur pada 1976. Dan, itupun usianya tak lama.

    Setelahnya, harimau jawa resmi dinyatakan punah. Namun, banyak orang mempercayai, hewan tersebut tak benar-benar punah. Mereka masih berkeliaran di pedalaman Jawa secara diam-diam.


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.