Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Diblokir Banyak Negara, Influencer Siap-siap Susah
    Insight News

    TikTok Diblokir Banyak Negara, Influencer Siap-siap Susah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2023Updated:20 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok kini berubah menjadi platform di mana banyak pengguna menemukan komunitas, mempelajari resep masakan baru, menemukan musik, hingga memperoleh pendapatan. 

    ‘TikToker’ atau ‘selebtok’ menjadi istilah untuk menyebut kreator TikTok yang kerap mendapat kontrak dari brand untuk mempromosikan barang dan jasa dengan imbalan duit.

    Selain itu, pendapatan juga bisa didapat dari Gift atau saweran yang diberikan warganet ketika mereka Live. Bahkan, bagi bisnis UMKM, TikTok berperan penting untuk mempromosikan jualan mereka ke pasar yang lebih luas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, baru-baru ini ancaman larangan penggunaan TikTok oleh pemerintah AS menimbulkan kekhawatiran. Terutama di kalangan influencer dan pebisnis UMKM.

    Pasalnya, hilangnya aplikasi populer tersebut berisiko mengancam kelangsungan pekerjaan dan komunitas mereka.

    Menanggapi hal ini, salah satu kreator konten yang punya toko buku Carrie Deming, mengatakan bahwa larangan TikTok tidak akan membuat toko miliknya gulung tikar.

    “Namun, larangan itu akan membuat bisnis jauh lebih sulit,” kata dia, dikutip dari Wall Street Journal, Senin (20/3/2023).

    Deming menceritakan bahwa ia membuka TikTok setiap hari, mem-posting video resensi buku dan menyoroti judul-judul baru di toko miliknya. Situs toko buku ini telah melonjak, semua berkat aplikasi.

    “Sebagai pemilik usaha kecil, saya akan sangat kecewa jika mereka mengambil platform ini dari saya,” ujarnya.

    Deming mengatakan TikTok melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Facebook dan Instagram, yakni menemukan pelanggan. Dia mengatakan TikTok mempelajari apa yang disukai pengguna, dan mampu menempatkan klip ulasan bukunya di depan orang-orang yang akan tertarik.

    Deming mengatakan ada saat ketika sekitar 90% penjualan berasal dari situs web toko, yang dia kaitkan tautannya di profil TikTok miliknya.

    “Mereka tidak tahu saya ada sampai mereka melihat saya muncul di video,” katanya. “Kemudian mereka menjadi pelanggan tetap.”

    Pemblokiran TikTok di AS dan Negara Lain

    Kebijakan baru Biden menuntut agar pemilik platform asal China itu menjual saham mereka di TikTok atau menghadapi kemungkinan pemblokiran aplikasi.

    Anggota parlemen dan pejabat lainnya mengatakan aplikasi tersebut, yang dimiliki oleh ByteDance Ltd., menimbulkan ancaman keamanan, mengutip kemungkinan pemerintah China dapat memperoleh akses ke data orang Amerika atau mempengaruhi apa yang mereka lihat di aplikasi tersebut.

    Ancaman larangan AS terhadap TikTok bukanlah hal baru. Mantan Presiden Donald Trump pada tahun 2020 berusaha untuk melarang TikTok. Kecuali dengan syarat mereka berada di bawah kepemilikan AS.

    Hakim federal memblokir rencana tersebut sebelum kemudian dicabut oleh Presiden Biden. Pemerintahan Biden pada 2021 juga menangguhkan rencana untuk menjual operasi TikTok di Amerika ke grup termasuk Oracle Corp.

    Larangan yang lebih tegas baru-baru ini diberlakukan, dengan Kongres dan beberapa negara bagian dan universitas melarang TikTok dari perangkat milik pemerintah atau sekolah.

    Kepala Eksekutif TikTok Shou Zi Chew mengatakan bahwa penjualan tidak akan menyelesaikan masalah keamanan nasional negara tentang aplikasi tersebut.

    Perusahaan telah mengusulkan rencana bernilai miliaran dolar yang melibatkan mitra Amerika, Oracle, menyimpan data pengguna Amerika dan mencegah pengaruh China atas video yang dilihat orang Amerika.

    Setelah AS, beberapa negara lain ikut memblokir TikTok. Setidaknya di lingkungan pegawai pemerintah. Beberapa di antaranya adalah Kanada, Inggris, dan Selandia Baru.



    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.