Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tesla Setop Tebar Diskon, Harga Mobil Naik Gila-Gilaan
    Insight News

    Tesla Setop Tebar Diskon, Harga Mobil Naik Gila-Gilaan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Maret 2024Updated:18 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tesla mengumumkan menaikkan harga jual mobilnya hingga Rp 34 jutaan. Ini dilakukan pada model Y di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat (AS).

    Kenaikan terbesar terjadi di sejumlah negara Eropa yang mencapai sekitar 2.000 euro atau Rp 34 jutaan. Harga baru itu akan mulai diterapkan per 22 Maret 2024 mendatang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sementara itu harga mobil baru Tesla di AS akan bertambah US$1.000 atau Rp 15,6 jutaan. Penyesuaian harga akan dimulai pada 1 April 2024, dikutip dari Reuters, Senin (18/3/2024).

    Elon Musk selaku CEO Tesla juga telah buka suara soal kebijakan baru perusahaannya itu. Komentar itu dia sematkan pada postingan Tesla soal harga baru produknya di akun resmi X.

    “Ini masalah penting dalam manufaktur: pabrik perlu produksi berkelanjutan untuk efisiensi, namun permintaan konsumen bersifat musiman,” kata Musk.

    Langkah ini jadi yang pertama usai Tesla melakukan diskon besar-besaran produknya sejak tahun lalu. Pada Maret 2023, di AS, misalnya, harga model Y dipangkas US$3.000 dan Model 3 didiskon US$2.000.

    Sementara di China, Model 3 dan Model Y mendapatkan insentif maksimum hingga 34.600 Yuan. Diskon berupa produk asuransi mobil sebesar 8.000 yuan dan 10 ribu yuan untuk mengganti cat. Tesla berencana menawarkan pembiayaan preferensial waktu terbatas untuk mobil Y sebesar 16.600 yuan.

    Kebijakan diskon itu terjadi di beberapa negara lain. Mulai dari Eropa, Israel, Singapura, Jepang, Australia hingga Korea Selatan.

    Namun, perang harga ini berdampak besar pada Tesla. Margin penjualan perusahaan dilaporkan menurun.

    Selain itu, Tesla berencana memproduksi kendaraan listrik generasi berikutnya bernama Redwood. Produksi ini, Tesla mengatakan kemungkinan akan membuat pertumbuhan penjualan menjadi sangat rendah.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.