Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Terungkap! Perusahaan ‘Buang’ Rp 1,5 T Buat Meeting Online
    Insight News

    Terungkap! Perusahaan ‘Buang’ Rp 1,5 T Buat Meeting Online

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 September 2022Updated:28 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Waktu meeting selama pandemi ternyata mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat. Begitu juga rapat mingguan yang mencapai lebih dari dua kali lipat.

    Data tersebut berasal dari Microsoft Corp berdasarkan ribuan pengguna softwarenya. Data itu berasal sejak Februari 2020 lalu.

    Pertemuan virtual itu “cenderung lebih menuntut secara kognitif, lebih rentan pada gangguan dan kurang efektif dalam banyak hal daripada secara langsung,” kata tim peneliti dalam studi yang meneliti bagaimana pola komunikasi berubah setelah lockdown pandemi terjadi pada 2020, dikutip dari The Star, Rabu (28/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penurunan waktu rapat memang terjadi sebanyak 84% dalam satu tahun terakhir, ungkap data terbaru dari Microsoft. Namun dalam periode yang sama rapat yang tumpang tindih meningkat 46%.

    Responden survei Steven Rogerlberg, profesor ilmu organisasi, psikologi dan manajemen di University of North Carolina di Charlotte, mengungkapkan pada akhirnya mereka melakukan lebih banyak tugas pada 70% pertemuan yang tidak perlu.

    Survei itu meminta 632 karyawan pada 20 industri. Tujuannya mempelajari kalender mingguan mereka dan mengukur berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk rapat dan dapatkan dari mereka serta cara menanggapi undangan.

    Karyawan ternyata menghabiskan rata-rata sekitar 18 jam seminggu dalam rapat. Mereka juga hanya bisa menolak 14% undangan padahal memilih mundur dari 31% undangan.

    Mereka pada akhirnya menghadiri pertemuan tidak penting untuk menghabiskan sekitar US$25 ribu per karyawan setiap tahun dan memproyeksikan US$101 juta per tahun atau setara Rp 1,5 triliun (asumsi Rp 15.000/US$) untuk organisasi manapun dengan lebih dari 5000 karyawan.

    “Rapat memang mengendalikan kita dan rapat yang buruk memiliki biaya sangat besar,” kata Rogelberg. “Anda mendapat undangan rapat dan berkata ‘Saya tidak perlu berada di sana’ namun mengatakan ya mengapa?”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    WHO Buka-bukaan Kenapa Pandemi Covid-19 Belum Berubah Endemi

    (npb/roy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.