Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ternyata Ini Penyebab Badai PHK Karyawan Startup
    Insight News

    Ternyata Ini Penyebab Badai PHK Karyawan Startup

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2022Updated:28 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Badai PHK karyawan yang terjadi secara global hingga Indonesia ikut menjalar pada perusahaan rintisan (startup) hingga perusahaan besar. Managing Partner Indogen Capital, Chandra Firmanto menilai badai PHK yang tengah terjadi menjadi bagian dari strategi dan perubahan bisnis perusahaan menghadapi tantangan dunia usaha, sekaligus meraih nilai ekonomi yang sehat.

    Menurut dia, perusahaan startup membuat proyeksi bisnis yang agresif di 2022, terlebih setelah masa pandemi di 2020.

    “Pada 2020 ke 2021 terjadi peak boom setelah pandemi Covid-19 diperkirakan terkendali. Pada waktu itu otomatis semua booming, terutama startup. Sehingga para perusahaan banyak membuat proyeksi di 2022 sangat agresif,” ungkap dia dalam Tech Conference CNBC Indonesia, Senin (26/09/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun proyeksi bisnis tersebut kemudian tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi karena kondisi market kembali ke posisi normal yaitu sebelum pandemi Covid-19 terjadi di 2019.

    “Jadi kalau kita bandingkan antara 2021 dan 2022 itu sebenarnya 2022 lebih baik dibandingkan 2019 sebelum Covid-19. Jadi sebetulnya posisinya hanya back to normal yang ternyata terjadinya karena overconfident,” papar Chandra.

    Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa perusahaan startup akhirnya menjaga cash flow supaya tetap sehat. Oleh karena itu, perusahaan memilih melakukan PHK terhadap para karyawan.

    “Itulah terpaksa perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja, dan itu hanya dilakukan di sektor tertentu yang memang berhubungan dengan pendapatan, omzet, yang pastinya tidak akan terealisasi di 2022 ini,” lanjut dia.

    Adapun dia menilai kondisi yang berlangsung saat ini menjadi hal positif bagi perusahaan startup. Karena mereka lebih memperhatikan unit economics, seperti pendapatan dan sebagainya.

    “Sebenarnya yang terjadi antara 2020 dan 2021 ada satu hal yang positif di mana startup sangat memperhatikan unit economics. Inilah yang akan menciptakan perusahaan yang sehat, yang apabila nantinya listing (IPO), akan memberikan confident lebih besar ke investor,” pungkas Chandra.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Lima Unicorn Generasi Kedua Kumpul di Bali, Siapa Saja?

    (rah/rah)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.