Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tencent Tutup Platform NFT, Enggak Laku?
    Insight News

    Tencent Tutup Platform NFT, Enggak Laku?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Juli 2022Updated:23 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Tencent dilaporkan berencana menutup platfom non-fungible token (NFT), Huanhe. Platform yang berumur satu tahun itu dilaporkan akan segera ditutup pada minggu ini.

    Laporan tersebut berasal dari outlet media China, Jiemian yang mengutip sumber dari Tencent. Alasannya karena ada larangan ketat Beijing pada pasar sekunder untuk koleksi digital yang sebagian besar telah membunuh potensi bisnisnya.

    Namun SCMP menuliskan raksasa media sosial itu tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar, dikutip Jumat (22/7/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    SCMP juga melaporkan, seluruh NFT di aplikasi Huanhe menunjukkan ‘terjual habis’. Namun pengguna masih bisa mengunjungi pameran seni augmented reality.

    Laporan dari media milik pemerintah, Yicai Global, mengutip sumber yang tidak disebutkan di Tencent, perdagangan telah dihentikan pada awal bulan untuk mengantisipasi adanya tindakan keras.

    Sebagai informasi Huanhe diinkubasi oleh unit Tencent bernama Platform and Content Group (PCG), dan diluncurkan secara resmi pada awal Agustus 2021 lalu.

    Berdasarkan artikel pada bulan Juni di Huoxun Finance, Huanhe menghadapi penjualan yang lamban. Serta banyak rilis terbatasnya ternyata tidak laku terjual.

    Tencent diketahui telah berada dalam pengawasan ketat pemerintah setempat. Penutupan Huanhe itu juga menandai kemunduran besar perusahaan dari pasar NFT.

    Bukan hanya Tencent, raksasa teknologi termasuk Alibaba Group juga berhati-hati dengan platform NFT mereka di China. Sebagian besar platform domestik menghindari label NFT, dan menyukai sebutan ‘koleksi digital’ dengan begitu tidak terkait dengan cryptocurrency.

    Pemerintah China diketahui melarang perdagangan kripto di dalam negeri pada tahun lalu. Ini menjadi puncak setelah melakukan tindakan keras bertahun-tahun sebelumnya.

    Namun sejumlah perusahaan dan organisasi lain masih ada yang dengan berani terjun ke pasar NFT. Misalnya Baidu, JD.com dan kantor berita Xinhua serta Communist Youth League yang menawarkan NFTnya masing-masing.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Mengintip Keperkasaan Tencent di Bisnis Game Online Dunia

    (npb/roy)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.