Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tarif Data RI Paling Murah di ASEAN, Untung atau Rugi?
    Insight News

    Tarif Data RI Paling Murah di ASEAN, Untung atau Rugi?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 April 2022Updated:4 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Rata-rata harga internet dari operator seluler Indonesia terendah dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara. Dilaporkan jika harga 1GB di tanah air hanya Rp 6 ribu.

    Dalam pemaparan yang disampaikan Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Aju Widya Sari, terlihat jika harga rata-rata internet yang mendekati Indonesia di Vietnam senilai US$0,49. Tiga negara Singapura, Timor Leste dan Fillipina memiliki rata-rata harga internet di atas US$1.

    Bahkan di Brunei Darussalam mencatat harga rata-rata tertinggi di Asia Tenggara dengan US$2,23 (Rp 32.014).

    Berikut rata-rata harga internet di Asia Tenggara dalam pemaparan Aju, dikutip dari kanal Youtube Selular TV, Senin (4/4/2022):

    • Indonesia US$0,42 (Rp 6.028)
    • Vietnam US$0,49 (Rp 7.033 ribu)
    • Myanmar US$0,78 (Rp 11.196)
    • Kamboja US$0,83 (Rp 11.914)
    • Malaysia US$0,89 (Rp 12.775)
    • Thailand US$1,06 (Rp 15.216)
    • Singapura US$1,09 (Rp 15.646)
    • Timor Leste US$1,67 (Rp 23.972)
    • Fillipina US$1,77 (Rp 25.407)
    • Brunei Darussalam US$2,23 (Rp 32.014).

    Selain harga yang murah, Aju juga menjelaskan produk yang ditawarkan para operator cukup banyak. Bahkan menurutnya mencapai 1000an produk dari bulan ke bulan.

    Menurutnya hal tersebut menunjukkan persaingan yang ketat di industri mobile broadband. Untuk mendapatkan kenaikan pendapatan cukup menantang dari sisi operator, ujar Aju.

    “Untuk mendapatkan sedikit ya pendapatan yang naik dari operator cukup menantang dari operator, kita perlu memperhatikannya dari segala sisi. Tidak hanya dari tarifnya tapi apa sih yang menjadi penyebab ini semua,” kata dia.

    Aju mengatakan pendapatan operator sangat tergantung untuk bisa memperbaiki kecepatan rata-rata bandwidth layanan internet dari negara tetangga.

    Untuk daya serap sendiri, 30% masyarakat Indonesia masuk dalam segmentasi rentan kemiskinan. Tarif murah sendiri menjadi pilihan bagi masyarakat di dalam negeri.

    “Indonesia kelompok masyarakat kita untuk segmentasi yang rentan kemiskinan dan vulnarable cukup besar lebih dari 30%, dengan kemampuan sekitar Rp 300 ribu secara konsumsi perbulan membeli layanan internet, cukup berat sehingga tarif murah menjadi pilihan masyarakat untuk mengakses internet,” jelas Aju.

    Sementara itu penetrasi internet di Indonesia masih didominasi oleh kelompok menengah ke atas. “Menjadi perhatian penyelenggara untuk menawarkan tarif lebih baik tapi daya serap masyarakat masih rendah. Sehingga mendorong sensitif harga menjadi tantangan sendiri,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.