Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Startup Oyo Dulu Bernilai Rp 160 T, Kini Disebut Cari Pendanaan Diskon
    Insight News

    Startup Oyo Dulu Bernilai Rp 160 T, Kini Disebut Cari Pendanaan Diskon

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Mei 2024Updated:8 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup jaringan hotel asal India, Oyo, dilaporkan sedang mencari pendanaan baru. Salah satunya digadang-gadang berasal dari lembaga dana kekayaan negara Malaysia, Khazanah.

    Pendanaan baru ini akan memotong valuasi perusahaan menjadi sekitar US$3 miliar (Rp 48,1 triliun) atau lebih rendah. Tech Crunch yang mengutip sumber dalam mengatakan putaran itu akan menghasilkan sejumlah transaksi sekunder dan nilai perusahaan jeblok di level serendah US$2,5 miliar (Rp 40,1 triliun).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Oyo masih menjalin kerja sama dengan sejumlah investor, termasuk Khazanah. Sumber itu juga mengatakan pendanaan baru masih dalam pertimbangan dan ada kemungkinan tidak dilakukan nantinya.

    Namun, Oyo membantah rumor pendanaan baru dan mengatakan tidak ada transaksi yang terjadi. Termasuk juga terkait valuasi perusahaan.

    “Kami membantah rumor apapun, khususnya mengenai penilaian pada artikel tersebut. Oyo terus berfokus pada kinerja yang lebih baik dan pendapatan lebih tinggi dan menjalin hubungan dengan investor setiap waktu, namun belum ada transaksi konkrit termasuk diskusi penilaian,” kata juru bicara Oyo, dikutip dari Tech Crunch, Rabu (8/5/2024).

    Valuasi Oyo yang dipangkas sebenarnya bukan kejutan. Pada 2019, valuasi Oyo pernah menyentuh US$10 miliar (Rp 160 triliun), namun akhirnya dipangkas oleh Softbank menjadi US$2,7 miliar (Rp 43,3 triliun) pada 2022.

    Sebagai informasi, Softbank adalah pemegang saham terbesar dengan porsi lebih dari 40% di Oyo.

    Untuk pendanaan baru, seorang sumber mengatakan ini dilakukan menyusul rancangan prospektus red herring Oyo yang ditarik. Rancangan itu untuk rencana Oyo melakukan penawaran umum untuk kedua kalinya.

    Sebelumnya, Oyo juga pernah berencana akan IPO pada 2021. Saat itu direncanakan Oyo akan mengumpulkan US$1,2 miliar (Rp 19,2 triliun).




    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.