Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Singapura Mendadak Kasih Peringatan Petaka, Masa Depan Bisa Kacau
    Insight News

    Singapura Mendadak Kasih Peringatan Petaka, Masa Depan Bisa Kacau

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juli 2024Updated:10 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Pengembangan Digital Singapura, Josephine Teo, blak-blakan memberikan peringatan petaka terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

    Ia mengatakan masa depan akan ‘kacau’ tanpa persetujuan internasional terkait kerangka kerja pengembangan AI yang mumpuni.

    Hal itu ia sampaikan dalam konferensi Reuters NEXT di Singapura. Namun, ia menegaskan Singapura terbuka dengan pengembangan AI.

    Bahkan, menurut dia, Singapura lebih bersemangat ketimbang khawatir dengan risiko AI. Akan tetapi, ia menggarisbawahi pentingnya regulasi yang ketat dan berlaku secara internasional untuk melawan dampak negatif AI.

    Salah satunya terkait penyebaran deepfake selama masa pemilihan umum (pemilu), dikutip dari Reuters, Selasa (9/7/2024).

    Tak cuma di sektor politik, deepfake juga mempermudah penipuan yang merugikan korban secara finansial. Salah satu contohnya terjadi di Hong Kong beberapa saat lalu.

    Deepfake berhasil mengelabui seorang pekerja hingga tertipu HK$200 juta atau sekitar Rp 417 miliar.

    Menurut polisi Hong Kong, penipu menyamar menggunakan deepfake sebagai kepala keuangan perusahaan dalam panggilan konferensi video.

    Korban ditipu dengan disuruh untuk menghadiri panggilan video yang disebut akan dihadiri oleh beberapa beberapa anggota staf lainnya. Namun semuanya sebenarnya adalah bot, dikutip dari CNN International.

    Awalnya, pekerja tersebut mencurigai itu adalah email phishing, karena berisi permintaan pelaksanaan transaksi rahasia.

    Namun, pekerja tersebut mengesampingkan keraguan awalnya setelah panggilan video tersebut. Sebab, kata Chan, orang lain yang hadir terlihat dan terdengar seperti rekan kerja yang dia kenal. Karenanya, pekerja tersebut setuju untuk mengirimkan total HK$200 juta.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kejar Investasi Data Center, Benar Indonesia Kalah Dari Malaysia?





    Next Article



    Jangan Lakukan Ini Saat Pakai ChatGPT, Risikonya Ngeri!



    (fab/fab)

    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.