Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Siap-siap iPhone Seret, Produksi di China Terhambat
    Insight News

    Siap-siap iPhone Seret, Produksi di China Terhambat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Desember 2022Updated:27 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bisnis Apple berada di bawah ancaman. Pasalnya, proses produksi iPhone dilaporkan terhambat menyusul wabah Covid-19 di China yang semakin tinggi sejak Oktober 2022.

    Raksasa teknologi AS itu harus menghadapi kekacauan selama lebih dari sebulan di pabrik perakitan utama Foxconn di Zhengzhou, China, yang dikenal sebagai “Kota iPhone”.

    Foxconn telah memindahkan sebagian produksinya ke pabrik lain di seluruh China. Sementara itu, Apple juga bekerja dengan pemasok komponen lain untuk mengurangi waktu tunggu yang lama. Menurut Bank Swiss UBS, masyarakat harus menunggu sekitar 23 hari untuk bisa membeli iPhone di AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ketika pemerintah China membalikkan kebijakan Zero Covid, risiko jangka panjang kini muncul. Virus itu kembali menggila, sehingga berpotensi menghambat proses produksi di pabrik komponen atau pabrik perakitan di seluruh negeri.

    “Kita bisa melihat banyak aktivitas yang terdampak, tidak hanya di pabrik, tetapi juga gudang, distribusi, logistik, dan fasilitas transportasi,” kata Bindiya Vakil, kepala eksekutif Resilinc, dikutip dari Arstechnica, Selasa (27/12/2022).

    Apple memperingatkan pada 6 November tentang gangguan signifikan menjelang musim liburan. Pernyataan langka itu muncul kurang dari dua minggu setelah para eksekutif memperkirakan pertumbuhan penjualan yang lemah pada periode penting sekitar Natal, di bawah 8 persen.

    Para analis memprediksi pendapatan Apple kuartal ini akan turun tepat di bawah rekor US$123,9 miliar dari periode yang sama tahun lalu, dengan laba bersih diproyeksikan turun lebih dari 8 persen. Jika benar, ini akan mematahkan rekor pertumbuhan pendapatan 14 kuartal karena Apple mengalami kekurangan antara 5 juta dan 15 juta iPhone.

    Banyak analis awalnya menaikkan perkiraan untuk enam bulan berikutnya, dengan asumsi bahwa pesanan yang tidak terpenuhi akan ditunda daripada dibatalkan.

    Seperlima pendapatan Apple berasal dari penjualan di China, sementara lebih dari 90 persen iPhone dirakit di sana. Pemasok terpenting Apple di Taiwan termasuk Foxconn, Pegatron, dan Wistron telah merespons dengan berupaya memperluas operasi mereka di India yang baru saja hadir.

    Prabhu Ram, kepala kelompok intelijen industri di CyberMedia Research di Gurgaon, India, memperkirakan lebih dari 7-8 persen iPhone sedang dirakit di India, dan tiga besar pemasok Taiwan menargetkan 18 persen perakitan iPhone berada di India pada tahun 2024.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    iPhone 14 Segera Rilis, Kapan Waktu Tepat Beli iPhone?

    (tib)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.