Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sempat Perang Opini, Ini Perjalanan Elon Musk Membeli Twitter
    Insight News

    Sempat Perang Opini, Ini Perjalanan Elon Musk Membeli Twitter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Oktober 2022Updated:6 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perjalanan Elon Musk membeli Twitter tak mulus. Bahkan kedua belah pihak sempat terlibat perang opini dan bahkan dijadwalkan bertemu di persidangan.

    Pada April lalu, pemilik Tesla itu sepakat membeli Twitter dengan harga US$44 miliar (Rp 668 triliun). Dalam pengumumannya, saham Twitter senilai US$54,20 per lembar.

    Bahkan pembelian itu mendapatkan dukungan penuh dari mantan CEO Twitter, Jack Dorsey. Dia mengatakan Musk akan melindungi perusahaan itu saat Twitter melakukan perombakan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saat itu diyakini kesepakatan bisa selesai pada tahun 2022. Namun ternyata Musk malah membatalkan pembelian karena masalah akun bot spam di Twitter.

    Sebagai pemilik baru, Musk menginginkan untuk menangani masalah spam platform. Sesaat setelah kesepakatan, Musk mengatakan akan menilai klaim soal jumlah akun bot di Twitter.

    Perusahaan mengatakan jika akun tersebut hanya sekitar 5% dari pengguna aktif harian (mDAU). Namun pihak Musk mengatakan klaim itu tidak berdasar dan menyebut Twitter menyesatkan investor dan pengguna soal jumlah akun palsu di platformnya.

    Pengacara Skadden Arps Mike Ringler yang mewakili Musk menuding Twitter melanggar perjanjian, karena diduga berisi ‘representasi yang tidak akurat secara material’.

    “Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi. Terkadang Twitter mengabaikan permintaan Musk, terkadang menolaknya karena alasan yang tampaknya tidak dapat dibenarkan, dan terkadang mengklaim untuk mematuhinya sambil memberikan informasi yang tidak lengkap atau tidak dapat digunakan oleh Musk,” klaim Ringler.

    Berdasarkan ketentuan, Musk harus membayar US$1 miliar jika dia mundur dalam kesepakatan.

    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.