Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sebut Israel Pelanggar HAM, Investor Eropa Buang Saham Perusahaan AS
    Insight News

    Sebut Israel Pelanggar HAM, Investor Eropa Buang Saham Perusahaan AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Oktober 2024Updated:28 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Investor raksasa asal Norwegia, Storebrand Asset Management, menjual semua sahamnya di perusahaan teknologi Palantir Technologies. Alasannya, Palantir diketahui bekerja untuk Israel.

    Storebrand menyatakan tidak mau mengambil risiko terkait dengan perusahaan yang punya hubungan dengan pelanggaran hukum internasional terkait HAM dan kemanusiaan.

    Dalam keterbukaan di bursa saham, Storebrand mengungkapkan “Palantir Technologies dikeluarkan dari investasi kami karena penjualan produk dan layanannya ke Israel digunakan di wilayah Palestina yang diokupasi.”

    Storebrand adalah investor dengan total aset kelolaan melampaui US$ 91,53 miliar (Rp 1.430 triliun). Mereka tadinya memiliki saham senilai US$ 24 juta (Rp 377 miliar) di Palantir.

    Sebelum membuang saham Palantir, Storebrand mengaku telah meminta informasi soal kerja sama strategis mereka dengan Israel untuk mendukung aktivitas tentara negara Zionis tersebut di Gaza.

    Palantir adalah perusahaan analisis data yang didirikan oleh Peter Thiel, miliarder yang dikenal sebagai orang dekat Donald Trump. Israel disebut menggunakan model kecerdasan buatan dari Palantir dalam perang di Gaza.

    CEO Palantir Alex Karp sebelumnya sudah berkali-kali membela diri soal bisnis mereka dengan Israel. Ia mengatakan bahwa Palantir sudah kehilangan pegawai akibat kerja sama mereka dengan Gaza dan siap untuk kehilangan lebih banyak pegawai akibat dukungan mereka kepada Isarel.

    Sebelumnya, pemerintah Norwegia telah merilis peringatan kepada perusahaan yang terlibat dalam aktivitas ekonomi atau finansial di wilayah Palestina yang dijajah Israel.

    Pengadilan Internasional PBB pada Juli juga telah menyatakan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestian adalah aktivitas ilegal.

    Storebrand menyatakan analisis perusahaan mengindikasikan bahwa Palantir menyediakan produk dan layanan “termasuk sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan” yang mendukung aktivitas pemantauan Isarel atas Palestina di Tepi Barat dan Gaza.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: RI Wajib Jadi Pemain Ekonomi Digital, Jangan Hanya Jadi Pasar




    Next Article



    Hadapi AI, Pemerintah Ngaku Sangat Hati-hati



    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.