Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sebulan Tiga Kali Data Bocor, DPR: Kominfo Memalukan
    Insight News

    Sebulan Tiga Kali Data Bocor, DPR: Kominfo Memalukan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2022Updated:8 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejumlah anggota Komisi I DPR menyerang Kementerian Kominfo terkait kebocoran data beberapa waktu terakhir. Bahkan kejadian yang mencapai tiga kali dalam satu bulan ini dinilai sebagai memalukan.

    Tiga kasus dugaan kebocoran yang dimaksud adalah 17 juta pelanggan PLN dan Indihome 26 juta data pada Agustus lalu. Belum lama ini juga ada 1,3 miliar data registrasi kartu SIM prabayar.

    Nico Siahaan, Anggota Komisi I DPR RI mengatakan Indonesia tidak mampu menangani kebocoran data. Menurutnya ini menjadi lampu merah dan catatan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tidak mampu menahan kebocoran data. Baru saja terjadi 3 kali dalam sebulan keterlaluan. Bukan point fingers, menjadi lampu merah data breach harus menjadi catatan,” kata Nico dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Menkominfo, Rabu (7/9/2022).

    Anggota Komisi I lainnya, Nurul Arifin menyebut kejadian kebocoran data ini terjadi sebagai sebagai mega kasus karena angkanya yang besar.

    “Kok bisa kebobolan terus? Tidak mungkin kalau tidak ada orang dalam. Saya enggak tahu, terkait dengan penyelenggara sistem elektronik yang SIM bocor itu kan bisa diidentifikasi dari mana,” jelas Nurul.

    “Masa sebulan tiga kali bocor jumlah besar-besar. Memalukan.”

    Selain tiga kasus tersebut, data KPU juga diduga bocor. Jumlahnya mencapai 105 juta masyarakat dan mendapatkan data NIK, Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, gender, hingga umur.

    Dalam data spoiler nampaknya data tersebut berasal dari wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Pihak KPU sendiri sudah membantah data tersebut terkait lembaga tersebut.

    “Setelah kami analisa, coding yang dilakukan dalam situs yang dimaksud bukan merupakan data yang dimiliki KPU,” kata Komisioner Betty Epsilon Idroos dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (7/9/2022).

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Krisis Talenta Digital, Butuh Tambahan 47 Juta Orang di 2030

    (dem/dem)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.