Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit Starlink Diubah, Kecepatan Internet Melesat Jadi Segini
    Insight News

    Satelit Starlink Diubah, Kecepatan Internet Melesat Jadi Segini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Oktober 2024Updated:18 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – SpaceX milik Elon Musk meminta Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk mengizinkan modifikasi sistem satelit Starlink generasi kedua (Gen2).

    Menurut SpaceX, modifikasi tersebut memungkinkan konstelasi satelitnya menyediakan kecepatan internet broadband hingga tembus kapasitas gigabit.

    Dokumen pengajuan telah dimasukkan pada 11 Oktober 2024 dan dibuat publik pada pekan ini. Dalam dokumen itu, Starlink ingin membuat perubahan pada konfigurasi orbital dan parameter operasionalnya.

    “Modifikasi ini memungkinkan sistem Gen2 mengantarkan kecepatan gigabit, latensi sangat rendah, dan konektivitas mobile yang mumpuni untuk semua warga Amerika Serikat (AS) dan miliaran orang di seluruh dunia yang tak memiliki akses ke internet yang layak,” kata Jameson Dempsey, Direktur Kebijakan Satelit SpaceX, dikutip dari ViaSatellite, Kamis (17/10/2024).

    Sebagai perbandingan, saat ini kecepatan internet Starlink untuk download diklaim berkisar 25-220 Mbps. Mayoritas pengguna bisa merasakan pengalaman internet Starlink berkecepatan 100 Mbps.

    Pada 2022 lalu, FCC telah mengizinkan SpaceX untuk mengaktifkan konstelasi Starlink Gen2 hingga 7.500 satelit untuk menyediakan layanan internet satelit (FSS) di pita Ku- dan Ka-. Selanjutnya, operasi Gen2 menggunakan frekuensi tambahan di pita E- dan V-.

    Sejak saat itu, SpaceX melaporkan sistem Gen2 telah mengaktifkan 3.000 satelit. Konstelasi penuh Starlink telah melayani lebih dari 4 juta orang.

    Modifikasi terbaru yang diajukan SpaceX meminta spektrum yang lebih fleksibel untuk konstelasinya. SpaceX ingin menggunakan frekuensi di rentang pita Ku-, Ka-, V-, dan E- untuk FSS dan layanan mobile (MSS) pada yang alokasinya bisa dibagi untuk keduanya.

    SpaceX mengatakan spektrum yang lebih fleksibel akan memungkinkan perusahaan mengakselerasi realisasi konektivitas 6G.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Elon Musk Pamerkan Robotaxi ‘Cybercab’, Pembunuh Driver Online!





    Next Article



    Starlink Banting Harga di RI, Cek Kelemahan Internet Elon Musk!



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.