Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Satelit Raksasa Satria-1 Bukan Buat Orang Kota
    Insight News

    Satelit Raksasa Satria-1 Bukan Buat Orang Kota

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2023Updated:29 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seremoni pengoperasian Satria-1 rencananya akan berlangsung hari ini, Kamis (28/12/2023), bersamaan dengan pengoperasian BTS 4G di Desa Bowombaru Utara, Talaud, Sulawesi Utara. Presiden Jokowi dijadwalkan meresmikan program pemerataan akses internet RI tersebut.

    Lalu bagaimana rencana pemerintah ke depannya? Apakah akan menambah satelit Satria lagi?

    Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie mengatakan, perlu dihitung berapa kebutuhan bandwidth yang diperlukan masyarakat di
    Indonesia. Sebab teknologi akan terus berkembang, begitu juga dengan kebutuhannya. Apalagi, di Indonesia yang secara geografis sangat menantang sehingga pilihan teknologi yang digunakan itu penting.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Teknologi satelit ini penting bisa digunakan untuk daerah terluar, pulau-pulau, kalau yang lain pakai fix broadband,” kata Budi dalam program Your Money Your Vote di CNBC Indonesia.

    Bicara soal pemerataan konektivitas di Indonesia, itu bukan saja daerah perkotaan atau Pulau Jawa saja, tetapi bandwidth itu penting untuk seluruh rakyat di RI.

    Satelit Republik Indonesia (Satria-1) merupakan satelit internet pertama milik Pemerintah Indonesia sukses meluncur ke angkasa pada Juni 2023 lalu.

    Satria-1 meluncur pada Minggu (18/6) di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, atau Senin (19/06/2023) pukul 05:04 WIB waktu Indonesia. Ia diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX).

    Ia adalah satelit dengan teknologi mutakhir Very High-Throughput Satellite (VHTS) pertama di Indonesia yang dapat membantu program transformasi digital di Indonesia. Satria-1 merupakan satelit multifungsi dengan kapasitas 150 Gbps. Satelit memiliki berat 4,6 ton dengan tinggi 6,5 meter.

    Pada 30 Oktober 2023 Satria-1 akhirnya berhasil menempati orbit Geostasioner dan mengorbit di 146° Bujur Timur atau berada tepat di atas Pulau Papua dengan ketinggian lebih dari 36,000 km di atas permukaan Bumi.

    Saat sudah dipastikan semuanya berfungsi dengan baik, satelit SATRIA-1 akan digunakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (BAKTI Kominfo) untuk memberikan layanan internet bagi daerah-daerah di seluruh penjuru Indonesia.


    Artikel Selanjutnya


    Bukan Cuma Blokir, Menkominfo Kejar Promotor Judi Online

    (dem/dem)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.