Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Samsung, Vivo & Xiaomi Nyungsep, Ini Dia Raja Ponsel Baru RI
    Insight News

    Samsung, Vivo & Xiaomi Nyungsep, Ini Dia Raja Ponsel Baru RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Maret 2022Updated:27 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – OPPO mencatatkan diri sebagai merek ponsel baru yang merajai pasar Indonesia, mengalahkan sejumlah pesaing seperti Xiaomi dan Vivo. Hal ini diketahui dari data ponsel yang paling banyak dikirimkan ke Indonesia hingga akhir September 2021.

    Menurut laporan IDC Quarterly Mobile Phone Tracker, OPPO menjadi brand ponsel terdepan yang mengirim produknya ke Indonesia karena merek ini berhasil menjaga persediaannya ketika gangguan pasokan terjadi jelang akhir 2021 lalu.

    OPPO juga tercatat memimpin penjualan ponsel segmen menengah ke bawah (low-end) yang harganya berkisar antara US$100

    Posisi OPPO dan Vivo disusul Xiaomi pada urutan ketiga. Meski turun dari posisi sebelumnya, brand Xiaomi masih memimpin penjualan ponsel di segmen menengah atau harga kisaran US$200

    Pada urutan keempat ada merek Samsung. Posisi Samsung tertahan karena perusahaan terkendala adanya penutupan toko ritel akibat pembatasan kegiatan selama pandemi. Akan tetapi, seri ponsel lipat Samsung disebut mampu mendongkrak kinerja perusahaan per kuartal III/2021.

    Terakhir, ada merek Realme di posisi kelima. Brand ini berhasil menjaga momentum penjualan karena memiliki pasokan yang relatif stabil.

    Laporan IDC menunjukkan, pengiriman ponsel baru ke Indonesia pada periode tersebut mencapai 9,2 juta unit. Penurunan pengiriman ponsel ke Indonesia terjadi karena adanya disrupsi dan gangguan pada rantai pasok global.

    Selain itu, penurunan terjadi akibat adanya gelombang kedua Covid-19 yang puncaknya terjadi pada Juli 2021. Hal itu menyebabkan berlakunya aturan pembatasan kegiatan yang ketat selama beberapa bulan di Indonesia.

    IDC memperkirakan kekurangan pasokan bahan baku ponsel akan terus terjadi, karena saat ini banyak manufaktur ponsel fokus menggarap produk 5G. Selain itu,kenaikan harga komponen yang terjadi membuat harga beberapa modelponsel4Gmenengah ke bawah akan naik.

    “Vendor menjadi strategis dalam menghadapi situasi pasokan yang sulit ini, dengan beberapa vendor memilih untuk mengganti atau tidak merilis model yang memiliki lebih banyak kendala pasokan,” kata Associate Market Analyst dari IDC Indonesia Vanessa Aurelia.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.