Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rusia Diam-diam Simpan Senjata Pembunuh di China, Ini Kecanggihannya
    Insight News

    Rusia Diam-diam Simpan Senjata Pembunuh di China, Ini Kecanggihannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2024Updated:28 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Rusia dilaporkan membangun program senjata rahasia di China. Hal ini diungkap Reuters, berdasarkan bocoran dokumen dan dua sumber dalam dari agen intelijen Eropa.

    Adapun senjata rahasia itu adalah drone penyerang jarak jauh yang akan digunakan dalam perang melawan Rusia, dikutip dari Business Insider, Jumat (27/9/2024) berdasarkan laporan Reuters.

    Pakar mengatakan kepada Business Insider hal ini tak mengejutkan, meski laporan seperti ini belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

    Dalam laporan Reuters, IEMZ Kupol yang merupakan unit di bawah perusahaan bekingan pemerintah Rusia Almaz-Antey, telah mengembangkan dan menguji coba drone penyerang jarak jauh yang dinamai ‘Garpiya-3’ atau ‘G3’ di China.

    Drone itu dikembangkan dengan bantuan spesialis lokal di China, berdasarkan laporan yang dikirim Kupol ke Kementerian Pertahanan Rusia pada awal tahun ini.

    Reuters juga mengklaim telah melihat invoice yang mengonfirmasi bahwa Kupol menerima 7 drone militer yang dibuat di fasilitas China untuk dikirim ke Izhevsk, Rusia.

    Dua di antara 7 senjata tersebut merupakan model G3, dalam laporan itu. Drone tersebut mampu menjangkau jarak 1.200 mil dengan kapasitas angkutan 110 pon.

    Kupol dalam laporan itu juga mengatakan dalam 8 bulan, pabrik China bisa memproduksi drone dengan kapasitas angkutan 400kg.

    Pejabat intelijen Eropa mengatakan kemampuan itu bisa disandingkan dengan drone Reaper milik Amerika Serikat (AS).

    Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China mengatakan tak mengetahui soal proyek tersebut.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hotel 3D Pertama Berdiri di AS Dibangun dengan Printer Vulcan




    Next Article



    Profesi Pilot Bakal Punah, AS Sudah Punya Penggantinya



    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.