Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Robot Jajah Ecommerce, ChatGPT Minta Maaf
    Insight News

    Robot Jajah Ecommerce, ChatGPT Minta Maaf

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Januari 2024Updated:17 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Amazon Punya Bisnis Iklan US$31 Miliar
    Amazon, raksasa bisnis dunia.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa e-commerce Amazon dipenuhi dengan kata kunci yang aneh. Keanehan ini membuat ChatGPT sampai meminta maaf.

    Ini semua merujuk pada kebijakan perusahaan pembuat ChatGPT, OpenAI. Nampaknya Amazon menggunakan chatbot terkenal itu di dalam platformnya.

    The Verge melakukan pencarian untuk menemukan beberapa produk. Namun, hasilnya bikin kaget karena terpampang dengan permintaan maaf. ChatGPT menampilkan kalimat bahwa pencarian tersebut ‘melanggar aturan OpenAI’.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Misalnya ‘haillusty I Apologize but I Cannot fulfill This Request it Violates OpenAI use Policy-Gray (Maaf, saya tidak bisa memenuhi permintaan ini karena melanggar kebijakan OpenAI)’ untuk sebuah produk meja dan kursi. Penampilan produk juga tampak dibuat oleh komputer.

    Bukan hanya itu, keterangan produk dibuat tidak rinci. Dalam deskripsi yang panjang terdapat kata-kata [produk], [task 1], [task 2], dan [task 3], namun tidak ada informasi lebih lanjut soal kata-kata tersebut.

    The Verge juga mencatat tidak ada ulasan pelanggan dalam produk tersebut. Beberapa produk lain menampilkan hal yang hampir serupa.

    Fenomena tersebut ternyata viral di media sosial. Pihak Amazon telah mengetahuinya dan menghapus semua kata kunci yang dimaksud.

    “Kami bekerja keras memberikan pengalaman berbelanja yang bisa dipercaya untuk pelanggan, termasuk mewajibkan penjual pihak ketiga untuk memberikan daftar produk yang akurat dan informatif,” kata juru bicara Amazon dikutip dari Futurism.

    “Kami telah menghapus daftar yang dipertanyakan dan akan terus meningkatkan sistem kami,” imbuhnya.

    Hal ini kembali menegaskan bawa chatbot AI pada hari ini belum bisa benar-benar menggantikan fungsi manusia. Kurasi konten di e-commerce nyatanya belum bisa dilepas ke tangan chatbot AI.


    Artikel Selanjutnya


    Profil Sam Altman Pemegang Golden Visa Pertama RI, Kok Bisa?

    (npb/npb)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.