Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Riset Ini Sebut Tokopedia Masih Terlalu Tangguh Bagi Shopee
    Insight News

    Riset Ini Sebut Tokopedia Masih Terlalu Tangguh Bagi Shopee

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 September 2021Updated:21 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Tokopedia menguasai pasar Indonesia dan Asia Tenggara. Ini terungkap dalam laporan Top 100 Retailers in Asia 2021 oleh Euromonitor International yang dirilis pada Mei lalu.

    Dalam laporan tersebut, pada tahun 2020 industri ritel menurun sebanyak 6%. Ini bahkan diperparah dengan gelombang dua dan tiga pandemi Covid-19 di sebagian wilayah Asia Tenggara, yang memperlambat pemulihan bisnis domestik.

    Namun krisis itu membuka peluang untuk pemain e-commerce bangkit. Ini dapat dilihat dari Tokopedia yang menyalip induk usaha Seven Eleven, Seven & I Holdings Co Ltd, pada tahun sebelumnya berada di peringkat pertama riteler terbaik di Asia Tenggara.

    Tercatat pangsa pasar Tokopedia sebesar US$11,68 miliar (Rp 166,3 triliun) naik dari tahun sebelumnya US$7,43 miliar (Rp 105,7 triliun). Sedangkan Seven & I Holding Co Ltd dengan US$11,53 miliar (Rp 164,1 triliun), mengalami penurunan US$12,93 miliar (Rp 184,1 miliar).

    Tokopedia juga mengalahkan Sea Ltd, pemilik Shopee yang di saat bersamaan juga mengalami kenaikan. Berada di posisi tiga, perusahaan itu memiliki US$8,73 miliar (Rp 124,3 triliun).

    “Tokopedia menyalip Seven & I Holdings ke peringkat pertama tahun 2020 dan Sea Ltd, pemilik Shopee, juga mengalami peningkatan lima peringkat berada ranking ketiga,” tulis laporan itu, dikutip Selasa (21/9/2021).

    Laporan menyebutkan hasil itu menunjukkan berapa bersemangat dan dinamisnya lanskap industri ritel di wilayah tersebut. Konsumen di Asia Tenggara juga menjadi lebih paham teknologi serta banyak pemain yang hijrah ke omni channel dan e-commerce.

    “Dengan konsumen yang lebih mengerti teknologi dan banyak merek dipaksa untuk mengeksplirasi omnichannel, e-commerce dan omni channel diharapkan untuk mempertahankan pengaruhnya untuk industri ritel,” jelas laporan dari Euromonitor International.

    Selain Tokopedia, di dalam laporan tersebut juga ada e-commerce Indonesia, Bukalapak. Perusahaan tersebut berada di ranking 11. Pangsa pasar Bukalapak mencapai US$3,65 miliar (Rp51,9 triliun) naik dari US$2,43 miliar (Rp 34,6 triliun).

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.