Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Disebut Masuk Gelombang 3 Covid-19, Ini Kata Kemenkes
    Insight News

    RI Disebut Masuk Gelombang 3 Covid-19, Ini Kata Kemenkes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2022Updated:2 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia terus terjadi beberapa hari terakhir. Kementerian Kesehatan mengatakan faktor ini bisa menjadi indikator untuk gelombang tiga pandemi Covid-19.

    “Gelombang ketiga peningkatan kasus yang pasti indikatornya,” ungkap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi kepada CNBC Indonesia, Selasa (1/2/2022).

    Dia juga menambahkan pihaknya terus melakukan monitor mengenai peningkatan kasus Covid-19 di tanah air. Penambahan itu baru terjadi sekitar 10 hari terakhir.

    “Kita terus monitor tentang hal ini karena peningkatan kasus baru sekitar 10 hari terjadi,” kata Siti Nadia.

    Sebagai informasi, selama satu minggu terakhir kasus Covid-19 harian terus mengalami kenaikan. Misalnya saja pada Selasa kemarin angkanya mencapai 16.021 kasus.

    Angka tersebut naik dari 10.185 kasus pada 31 Januari 2021. Dalam sepekan terakhir hanya pada tanggal 31 Januari 2021 mengalami penurunan dari hari sebelumnya yakni 12.422 kasus.

    Saat ini Indonesia juga harus menghadapi kasus Omicron yang juga mengalami peningkatan. Bahkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penularan varian ini tinggi sekali dan Indonesia akan mengalami puncak kasus. 

    Dia memperkirakan puncak kasus tersebut bakal terjadi pada akhir Februari mendatang. Selain itu masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terkait kasus Omicron. 

    Sebab di negara lain menunjukkan tren kasus Omicron memiliki jumlah yang lebih tinggi daripada saat Delta menyerang tahun lalu. 

    “Kita masih belum tahu berapa jumlahnya pada saat puncak kasus akan terjadi di Indonesia. Perkiraan kami puncak akan terjadi di akhir Februari,” kata Budi beberapa waktu lalu.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.