Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Dilupakan, Google Lagi-Lagi Guyur Triliunan ke Negeri Tetangga
    Insight News

    RI Dilupakan, Google Lagi-Lagi Guyur Triliunan ke Negeri Tetangga

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2024Updated:23 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Google dan badan sains nasional Australia akan bekerja sama untuk mengembangkan perangkat digital yang secara otomatis mendeteksi dan memperbaiki kerentanan software bagi penyelenggara infrastruktur penting. Kerja sama ini sebagai langkah untuk memerangi lonjakan serangan siber.

    Software untuk organisasi seperti rumah sakit, badan pertanahan, serta pemasok energi akan disesuaikan agar sejalan dengan lingkungan regulasi Australia.

    “Kerentanan rantai pasokan software merupakan masalah global, dan Australia telah memimpin dalam langkah-langkah legislatif untuk mengendalikan dan memerangi risiko tersebut,” kata Stefan Avgoustakis, kepala praktik keamanan untuk Google Cloud di Australia dan Selandia Baru, dikutip dari Reuters, Jumat (23/8/2024).

    Pemerintah Australia telah memberlakukan persyaratan yang lebih ketat bagi penyedia infrastruktur penting untuk melaporkan dan mencegah serangan siber setelah serangkaian pelanggaran terjadi dalam dua tahun terakhir hingga membuat data pribadi lebih dari 26 juta penduduk negara itu terekspos.

    Kemitraan penelitian tersebut akan memasangkan basis data kerentanan sumber terbuka Google yang ada dan layanan kecerdasan buatan (AI) dengan metode penelitian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO).

    Google mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen 5 tahun yang dibuatnya pada 2021 untuk membelanjakan US$675 juta (Rp 10 triliun) di Australia.

    Komitmen tersebut dibuat saat ada dorongan dari negara tetangga RI itu atas regulasi yang lebih ketat terhadap perusahaan teknologi global, termasuk Google.

    Google juga memasok layanan keamanan siber ke AS sebagai bagian dari kontrak senilai US$9 miliar (Rp 139 triliun) antara Departemen Pertahanan AS dan sejumlah perusahaan teknologi besar.

    Pimpinan proyek CSIRO Ejaz Ahmed mengatakan, software keamanan siber yang dikembangkan secara lokal akan lebih selaras dengan regulasi lokal, sehingga meningkatkan kepatuhan dan kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat dan pemerintah.

    Temuan proyek tersebut akan dipublikasikan untuk menyediakan akses mudah ke informasi bagi penyedia infrastruktur penting.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Legrand Ungkap Dukungan Untuk Optimalkan Bisnis Data Center RI




    Next Article



    Aksi Baru Google Bikin Internet tak Seperti Dulu Lagi, Kok Bisa?



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.