Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»RI Dikritik Karena Aksi Hacker Bjorka, Soal Apa?
    Insight News

    RI Dikritik Karena Aksi Hacker Bjorka, Soal Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2022Updated:12 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia dilanda banyak dugaan kebocoran data dalam beberapa minggu terakhir. Ini juga yang membuat kritikan meluncur terkait tanggung jawab keamanan data di dalam negeri.

    Dalam program Profit CNBC Indonesia, Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra mengatakan ruang siber menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya kejadian ini tidak terjadi lagi dengan cara semua orang bekerja sama.

    “Kita juga fokus kita adalah bagaimana dengan semua sumber daya yang kita miliki kita membangun keamanan siber dan memberikan informasi kepada masyarakat juga kepada stakeholder kementerian lembaga terkait, bahwa ruang cyber itu menjadi tanggung jawab bersama,” kata Ariandi, Senin (12/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita butuh untuk bersama-sama bergandengan tangan untuk agar kejadian-kejadian dugaan ini tidak terjadi di kemudian hari”.

    Namun ucapan ini dikritik oleh Ahli Pertahanan Siber Gildas Deograt Lumy. Dia membenarkan soal keamanan data jadi tanggung jawab bersama.

    Namun Gildas mengatakan untuk masalah ini tanggung jawab berada pada pengelola platform atau penyelenggara sistem elektronik (PSE). Pola pikir inilah yang perlu direvolusi dan pihak terkait harus bertanggung jawab.

    “Dan tidak bisa diabaikan. Jadi menurut saya mindset perlu direvolusi. Tanggung jawab dong. Mau bikin-bikin mengejar KPI dari pak presiden kemudian mengabaikan keamanan. Begittu terjadi merapat ke BSSN, sebelumnya dicuekin. Jadi menurut saya perlu direvolusi,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan untuk menjaga itu, semua pihak memiliki peranannya masing-masing. Selain juga melakukan revolusi atas pola pikir keamanan siber.

    “Memang revolusi industri masyarakat society 4.0 diikuti revolusi pola pikir keamanan siber. Sayangnya mayoritas pelaku termasuk temen-temen sertifikat cyber security profesional, masih berpikir evolusi. Banyak strategi yang tulalit,” jelas Gildas.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Retas Data Presiden-Menteri, Akun Twitter Bjorka Kena Suspen

    (npb/roy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.