Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raksasa Teknologi ‘Move On’ ke India, Xi Jinping Patah Hati
    Insight News

    Raksasa Teknologi ‘Move On’ ke India, Xi Jinping Patah Hati

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 September 2023Updated:1 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China kian terpojok setelah pembatasan impor India. Pasalnya puluhan raksasa teknologi akhirnya menepi ke negara Bollywood tersebut.

    Reuters, yang mengutip seorang menteri, menyebutkan terdapat 32 perusahaan elektronik internasional mengajukan permohonan pembuatan produk di India. Yakni dalam rangka pembuatan laptop, tablet dan server di negara tersebut.

    Perusahaan yang mengajukan permohonan antara lain Hewlett Packard Enterprise Co, Dell Technologies, Asus, Acer dan Lenovo.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Permohonan diajukan berdasarkan program insentif soal produksi (PLI) senilai US$2 miliar yang telah diumumkan pada Menteri Teknologi Informasi Ashwini Vaishnaw bulan Mei lalu, dikutip Reuters, Kamis (31/8/2023).

    Skema PLI diharapkan bisa menghasilkan investasi tambahan sebesar 24,3 miliar rupe. Selain itu juga bisa menciptakan 75 ribu lapangan kerja langsung.

    Larangan impor ini jadi upaya India mendorong relokasi pabrik dari luar ke dalam negeri. Pada awal Agustus lalu, India mengatakan akan memberlakukan persyaratan perizinan untuk impor perangkat laptop, tablet dan komputer pribadi.

    Sebelumnya, merek seperti Dell, Acer, Samsung, LG Electronics, Apple Inc, Lenovo dan HP Inc diimpor langsung dari China untuk dijual di pasar India. Dari data pemerintah setempat disebutkan perangkat laptop, tablet, dan komputer menyumbang 1,5% dari total impor tahunan negara dan setengahnya dibeli dari China.

    Periode April dan Juni, impor elektronik dari seluruh perangkat itu mencapai US$19,7 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan mencapai 6,25% dari tahun ke tahun.

    Untuk impor elektronik berkisar antara 7% hingga 10% dari total impor barang dagangan negara.


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.