Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Rahasia Google Terungkap, Spotify Diam-Diam Untung Banyak
    Insight News

    Rahasia Google Terungkap, Spotify Diam-Diam Untung Banyak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 November 2023Updated:22 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google ternyata membuat kesepakatan tak biasa dengan aplikasi streaming musik Spotify. Hal tersebut terungkap dalam kesaksian Kepala Kemitraan Google Global, Don Harrison, dalam persidangan melawan Epic Games.

    Harrison mengakui bahwa Spotify tak membayar sama sekali ke Google ketika pengguna membayar biaya langganan melalui sistem Spotify.

    Namun, jika pengguna membayar langganan melalui layanan Google, raksasa mesin pencari hanya akan menarik komisi 4%. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kebijakan itu jauh di bawah patokan standar Google untuk aplikasi lain. Google umumnya menarik komisi hingga 15%.

    Selama ini Google berusaha merahasiakan kesepakatannya dengan Spotify, terlebih selama proses pertarungan dengan Epic Games.

    Harrison mengatakan perlakuan khusus Google ke Spotify bisa membuat pengembang aplikasi lain cemburu dan merusak negosiasi pasar. Pasalnya, pengembang aplikasi lain tentu ingin penarikan komisi yang lebih rendah. 

    Dalam kebijakan yang dikeluarkan tahun 2022, Google mengizinkan pengembang aplikasi membuat sistem pembayaran sendiri. Dengan begitu, Google hanya akan menarik komisi 11%, bukan 15%.

    Ketentuan itu dapat sedikit menghemat biaya operasional pengembang. Namun, Google mengatakan proses pembayaran menggunakan layanannya akan memberikan fleksibilitas dan kemudahan, sebab pengembang tak perlu mengurus sistemnya sendiri.

    Harrison mengatakan popularitas Spotify yang belum pernah terjadi sebelumnya menjadi alasan untuk memberikan perlakuan ‘bak raja’ untuk aplikasi tersebut.

    “Jika Spotify tidak berfungsi dengan baik di seluruh layanan Play dan layanan inti, orang tidak akan membeli ponsel Android,” kata Harrison, dilansir dari The Verge, Rabu (22/11/2023).

    Sebagai bagian dari kesepakatan, kedua belah pihak juga setuju untuk memberikan masing-masing US$50 juta untuk “tanda deal”.

    Google membenarkan kesaksian Harrison dalam sebuah pernyataan kepada The Verge.

    “Sejumlah kecil pengembang yang berinvestasi lebih banyak secara langsung di Android dan Play Store, mungkin dikenakan biaya layanan yang berbeda sebagai bagian dari kemitraan yang lebih luas,” kata juru bicara Google Dan Jackson.

    “Kemitraan investasi utama ini memungkinkan kami menghadirkan lebih banyak pengguna ke Android dan Play Store dengan terus meningkatkan pengalaman bagi semua pengguna dan menciptakan peluang baru bagi semua pengembang,” ia menambahkan.

    Spotify sendiri sering mengeluh tentang biaya pembelian dalam aplikasi di masa lalu. Pada pertengahan tahun 2023, mereka sepenuhnya menghentikan dukungan untuk sistem penagihan Apple App Store untuk menghindari pembayaran komisi hingga 30 persen.

    Spotify juga merupakan salah satu anggota awal Koalisi untuk Keadilan Aplikasi, sebuah grup yang mencakup Epic dan pendukungnya.

    Namun, di kala Epic terus melanjutkan pertarungan hukumnya melawan Google dan Apple, Spotify tampaknya menemukan jalan keluar yang lebih mudah dan cuan.

    Google tidak akan menyebutkan nama pengembang lain yang membuat perusahaan menyetujui tarif yang lebih murah.

    Selama sidang uji coba itu, The Verge melaporkan bahwa mereka mengetahui Google menawarkan Netflix tarif diskon khusus hanya sebesar 10 persen, namun Netflix menolak.

    Netflix tidak lagi menawarkan opsi pembelian dalam aplikasi di Android dan sebagai hasilnya, mereka tidak lagi membayar apa pun kepada Google untuk mendistribusikan aplikasinya.



    Artikel Selanjutnya


    Update Kasus Google, Masa Depan Internet Terombang-Ambing

    (fab/fab)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.