Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putaran Bumi Oleng, Ahli Korea Bilang Akibat Ulah Manusia
    Insight News

    Putaran Bumi Oleng, Ahli Korea Bilang Akibat Ulah Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2024Updated:1 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu aktivitas kita di Bumi ternyata memiliki dampak besar pada planet ini. Misalnya pemompaan air tanah ditemukan bisa membuat rotasi Bumi miring hampir 80 cm dan menaikkan permukaan laut.

    Ahli geofisika Universitas Nasional Seoul, Ki Weon Seo menjelaskan kutub rotasi Bumi sebenarnya banyak berubah. Ini merupakan titik Bumi berputar yang dikenal sebagai gerakan kutub.

    Prosesnya mirip seperti gasing yang bergerak. Saat ada perubahan dalam distribusi berat maka akan membuat putarannya berubah.

    “Studi kami menunjukkan di antara penyebab terkait iklim, redistribusi air tanah sebenarnya berdampak besar pada pergeseran kutub rotasi,” jelas Ki Weon Seo dikutip dari IFLScience, Jumat (29/11/2024).

    Sebuah penelitian pada 2016 telah menemukan distribusi air bisa mengubah rotasi Bumi. Studi dari Ki Weon Seo melakukan penelitian dengan jauh lebih terperinci.

    Mereka membuat model perubahan untuk pergeseran kutub rotasi Bumi dan pergerakan air. Beberapa skenario dilakukan yang cocok dengan pergesean 4,3 cm mencakup 2.150 gigaton redistribusi air tanah, sebuah data yang didapatkan sebelumnya.

    “Mengamati perubahan pada kutub rotasi Bumi bisa berguna untuk memahami variasi penyimpanan air skala benua,” kata dia.

    Sebagai informasi air tanah berbeda dengan air dari tempat lain seperti sungai dan danau. Air yang terkumpul termasuk dari hujan akan meresap ke dalam tanah.

    Setengah populasi dunia bergantung pada air tanah untuk air minum dan sepertiga untuk irigasi dunia. Untuk mengaksesnya dengan berbagai cara, dan selama abad ke-20 melakukannya dengan skala jauh lebih besar.

    Tercatat sepanjang 1993-2010, terdapat 2.150 gigaton air tanah yang dipompa keluar. Ini sama seperti sekitar 9,09 kuadriliun cangkir air.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Peran Teknologi Robotik & AI Dukung Industri 4.0 Indonesia




    Next Article



    Tanda Kiamat Sudah Dekat, Keanehan Jadi Normal



    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.