Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Project S TikTok Dipastikan Tak Masuk Indonesia
    Insight News

    Project S TikTok Dipastikan Tak Masuk Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Juli 2023Updated:31 Juli 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan, Project S TikTok tidak akan beroperasi di Indonesia. Menurutnya, ini sudah menjadi komitmen dari manajemen TikTok Indonesia.

    Sebagai informasi, kemarin (26/7/2023) manajemen TikTok Indonesia telah mengadakan pertemuan dengan jajaran pejabat Kemenkop UKM di Kantor Kemenkop-UKM, Jakarta, membahas isu Project S TikTok.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kemarin kita sudah meeting dengan TikTok mereka janji Project S enggak akan dilakukan di Indonesia,” kata Teten saat ditemui di Jakarta Convention Center, Kamis (27/7/2023).

    Menurut Teten, pola bisnis Project S memang tidak sesuai dengan upaya pemerintah untuk menjaga iklim usaha UMKM tanah air. Maka, ia menganggap ritel online memang seharusnya tak boleh menjajakan langsung produk miliknya maupun afiliasi bisnis dari negara asalnya, seperti China.

    “Saya melihatnya seperti Project S TikTok di Inggris dan di beberapa negara lain itu kan sangat memukul produk lokal, kecanggihan teknologi algoritma mereka,” ujar Teten.

    Teten menekankan, platform digital khususnya asing memang seharusnya menjajakan produk-produknya dengan mekanisme impor pada umumnya, sebab produk yang dijajakan UMKM dalam negeri harus melalui pengurusan izin edar, SNI, hingga sertifikasi lainnya, tak seperti produk dari negara luar yang langsung dijajakan ke konsumen.

    “Mereka tanpa harus ini itu lagi, itu harus dilarang. Sehingga, platform digital enggak boleh jual produk mereka sendiri, mereka enggak boleh punya brand atau jual produk-produk dari afiliasi bisnisnya,” tegas Teten.

    “Kalau mereka jualan barang juga algoritma mereka akan mengarahkan kepada produk-produk mereka, sehingga konsumen di pasar digital hanya akan beli produk-produk milik atau afiliasi bisnis mereka,” ungkapnya.

    Hingga kuartal I – 2023, jumlah pengguna aktif TikTok di Asia Tenggara mencapai 135 juta, berdasarkan laporan firma riset Insider Intelligence.

    Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara yang paling banyak menggunakan TikTok. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat kedua setelah AS sebagai negara dengan pengguna TikTok terbesar secara global. Jumlah pengguna TikTok di Indonesia sebesar 113 juta, menurut firma Insider Intelligence.

    Sebagai informasi, kehebohan Project S TikTok pertama kali muncul di Inggris. Pengguna di Inggris melaporkan ada fitur baru bernama ‘Trendy Beat’ yang muncul di aplikasi.

    Isinya adalah barang-barang yang populer di TikTok. Menurut orang dalam, barang-barang itu dikirim dari China dan dijual oleh perusahaan yang terdaftar di Singapura di bawah naungan ByteDance.

    Menurut sumber dalam, ByteDance yang merupakan induk TikTok berinisiatif membangun unit ritel online. ByteDance ingin menjual produk mereka sendiri via TikTok Shop dan kabarnya sudah banyak merekrut orang-orang berpengalaman.


    Artikel Selanjutnya


    Potret CEO TikTok Dicecar Anggota DPR AS, Dituding Agen China

    (mij/mij)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.