Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Project S Pembunuh Pedagang Kecil di RI, TikTok Buka Suara
    Insight News

    Project S Pembunuh Pedagang Kecil di RI, TikTok Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2023Updated:14 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Project S milik TikTok memunculkan kekhawatiran bagi UMKM lokal di Indonesia. Program tersebut dicurigai sebagai strategi khusus TikTok untuk mengoleksi data produk yang laris-manis di suatu negara.

    Selanjutnya, produk-produk itu akan diproduksi di China dan dipasarkan kembali via TikTok Shop. Bahkan, Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki turut menyinggung kehebohan Project S TikTok Shop.

    Ia mengimbau agar Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menggenjot revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50/2020 untuk melindungi UMKM lokal dari potensi bahaya Project S.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menanggapi hal ini, perwakilan TikTok Indonesia mengindikasikan bahwa UMKM tak perlu khawatir soal Project S. Pasalnya, program tersebut tak tersedia di Indonesia.

    “Tidak ada bisnis lintas batas (cross-border) di TikTok Shop Indonesia,” ujarnya, via pesan singkat kepada CNBC Indonesia.

    Lebih lanjut, ia menjamin bahwa TikTok Indonesia berkomitmen untuk memberdayakan UMKM lokal. Selain itu, ia juga sesumbar TikTok masih terus berinvestasi di Indonesia sebagai negara dengan pangsa pasar terbesar kedua di dunia setelah AS.

    Sebagai informasi, kehebohan Project S TikTok pertama kali muncul di Inggris. Pengguna di Inggris melaporkan ada fitur baru bernama ‘Trendy Beat’ yang muncul di aplikasi.

    Isinya adalah barang-barang yang populer di TikTok. Menurut orang dalam, barang-barang itu dikirim dari China dan dijual oleh perusahaan yang terdaftar di Singapura di bawah naungan ByteDance.

    Menurut sumber dalam, ByteDance yang merupakan induk TikTok berinisiatif membangun unit ritel online. ByteDance ingin menjual produk mereka sendiri via TikTok Shop dan kabarnya sudah banyak merekrut orang-orang berpengalaman.



    Artikel Selanjutnya


    Ini Sinyal Ambisi TikTok Jadi Raja Online Shop di RI

    (fab/fab)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.