Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»PR Ekonomi Digital Indonesia, SDM hingga Impor China
    Insight News

    PR Ekonomi Digital Indonesia, SDM hingga Impor China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 September 2023Updated:6 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembangunan infrastruktur untuk konektivitas yang menunjang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dinilai sudah dibangun dengan baik oleh pemerintah maupun swasta. Namun ternyata, masih banyak pekerjaan rumah atau PR yang harus diselesaikan.

    Ekonom Indef Nailul Huda mengatakan, ketersediaan infrastruktur penetrasinya masih berkutat di Pulau Jawa. Sebab, untuk menyediakan infrastruktur di luar Jawa, khususnya di wilayah 3T sangat mahal.

    Oleh karena itu, swasta cenderung memilih untuk membangun infrastruktur yang ada di Pulau Jawa karena pasarnya jelas.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain dari segi infrastruktur, ketimpangan digital juga terjadi dari aspek lain. Salah satunya sumber daya manusia (SDM) dan penggunaan dari ekonomi digital itu sendiri untuk bisa meningkatkan produktivitas secara ekonomi.

    “Kalau kita lihat dari digital competitiveness atau daya saing, peringkat Indonesia masih buncit,” ujar Nailul dalam Profit di CNBC Indonesia, Selasa (5/9/2023).

    Menurutnya dari sisi SDM, Indonesia butuh banyak talenta untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam negeri ini. Seperti di bidang fintech, ia mengungkap banyak perusahaan yang mengalami kesulitan untuk mencari talenta di bidang data analis dan pemrograman.

    “69 persen mereka mengatakan kesulitan untuk mencari data analis. Karena itu, kalau kita lihat di fintech itu banyak sekali 36 persen perusahaan fintech mempekerjakan pekerja asing untuk menutupi gap tersebut,” jelasnya.

    Sementara dari sisi UMKM, pedagang lokal digempur dengan barang impor dari China yang banyak beredar di e-commerce. Bahkan produk impor dari China ini menguasai 90 persen e-commerce di Tanah Air.

    Untuk itu, menurut Nailul, para UMKM ini perlu dibantu, bukan cuma permodalan saja tapi juga perluasan akses pasar.

    “Artinya ini pemerintah harus memberi perlindungan loh, ini kan kita berbicara mengenai sisi UMKM-nya kalau sisi konsumen pasti mereka diuntungkan karena harga yang lebih murah,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Merah Putih Fund Keker 30 Startup, Siap Kasih Dana Rp 4,7 T

    (fab/fab)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.