Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perusahaan Ini Tuding AS Meretas China Lebih dari Satu Dekade
    Insight News

    Perusahaan Ini Tuding AS Meretas China Lebih dari Satu Dekade

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Maret 2022Updated:24 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Qihoo 360 menuding sekelompok peretas yang didukung pemerintah Amerika Serikat (AS) menyerang China. Menurut perusahaan keamanan siber asal China ini, aktivitas itu dilakukan selama lebih dari satu dekade.

    Laporan tersebut menyatakan kelompok yang dikenal sebagai APT-C-40 berafiliasi dengan pemerintah dan menyerang mulai dari perusahaan, pemerintah, lembaga penelitian dan infrastruktur terkemuka China.

    Ini bukan pertama kalinya Qihoo 360 melontarkan tudingan terkait keamanan siber yang melibatkan China dan AS, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (24/3/2022).

    Pada laporan Maret sebelumnya, perusahaan mengatakan informasi pribadi jutaan pengguna internet China dicuri oleh kelompok yang sama. Sementara pada Maret 2020, Qihoo menuding Badan Intelijen Pusat AS membobol industi penerbangan China dan target lainnya selama lebih dari satu dekade.

    Hubungan AS dan China memang tak selalu baik terkait serangan siber. Saling tuding mewarnai hubungan keduanya selama ini.

    Bulan ini, perusahaan keamanan siber AS, Mandiant pernah mengklaim peretas terkait dengan Kementerian Keamanan Negara China melakukan serangan. Korban dari peretasan itu dilaporkan setidaknya ada enam pemerinah negara bagian yang terjadi sejak tahun lalu.

    Sementara itu bulan lalu, Christopher Wray yang merupakan kepala FBI pernah menuduh China ‘mencoba mencuri’ ide dan inovasi AS. Caranya dengan meluncurkan operasi peretasan besar-besaran.

    Dalam laporan terbaru Qihoo 360, NSA (National Security Agency) disebutkan menggunakan teknologi kuantum meluncurkan serangan siber pada semua pengguna internet di seluruh dunia yang mengakses situs web AS seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Amazon.

    Selain itu, platform media sosial China seperti QQ, layanan dari Tencent Holdings masuk dalam target tersebut. “Grup tersebut mencuri sebagian besar data penting, dan potensi risiko yang ditimbulkan tidak bisa diukur,” ujar perusahaan.

    Qihoo 360 tidak membalas permintaan komentar terkait laporan The Post. NSA, yang dituding berada di belakang kelompok peretas, juga tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.