Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Rusia-Ukraina Makan Korban, Satria-1 Bengkak Jadi Rp8T
    Insight News

    Perang Rusia-Ukraina Makan Korban, Satria-1 Bengkak Jadi Rp8T

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Juni 2023Updated:13 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah memastikan satelit Satria-1 akan segera diluncurkan. Peluncuran satelit ini menelan biaya US$ 540 juta atau sekitar Rp 8 triliun.

    Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), Adi Rahman Adiwoso, mengatakan anggaran tersebut mengalami peningkatan US$ 90 juta dari dana awalnya US$450 juta.

    “Biaya seluruh capex dari Satria-1, mulai dari satelit, roket, ground station dan lain-lainnya, tadinya kami perkirakan sekitar US$450 juta. Kami mengalami cost overrun sebanyak US$90 juta,” kata Adi saat konferensi pers di Kantor Kominfo, Selasa (13/6/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ditemui dalam kesempatan yang sama, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong mengatakan nilai tersebut bertambah karena ada berbagai persoalan, seperti perang Rusia-Ukraina.

    “Satelit ini dirakit di Thales (Alenia Space, Cannes, Perancis). Mestinya diangkut Antonov. Tapi karena perang dan mungkin karena rusak jadi diangkut jalur darat sehingga memerlukan waktu sehingga dananya jadi meningkat,” ujar Usman.

    Lebih lanjut, Adi menilai Satria-1 termasuk satelit yang modern sekali, sehingga menggunakan electric propulsion untuk ke orbit raising dari titik satelit itu dilepaskan oleh peluncur.

    “Kami mempergunakan 4 roket kecil yang bahan bakarnya itu elektronik plasma dari genon,” jelasnya.

    Setelah meluncur 19 Juni mendatang, satelit ini akan sampai di tempat orbit sekitar November. Kemudian satelit akan dilakukan tes seluruh sistem kira-kira pada Desember 2023. Setelah itu satelit baru bisa dirasakan manfaatnya.

    “Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kapasitas internet Satria-1 secara bertahap mulai Januari tahun 2024.” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    Startup Pemasok Alat Perang Ukraina Dapat Dana Rp 3,5 T

    (fab/fab)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.