Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Perang Gaza Makin Ganas, TikTok Diam-Diam Lakukan Ini
    Insight News

    Perang Gaza Makin Ganas, TikTok Diam-Diam Lakukan Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Januari 2024Updated:9 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok diam-diam membatasi salah satu tool-nya untuk mengukur popularitas dan tren di dalam platformnya. Langkah ini dilakukan usai TikTok mendeteksi tool tersebut digunakan peneliti dan pembuat kebijakan untuk mengawasi konten terkait geopolitik dan perang Israel-Hamas.

    Tool tersebut tak lain adalah ‘Creative Center’. Sebenarnya, tool itu ditujukan untuk mempermudah pengiklan mendeteksi tagar populer di TikTok.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Creative Center tersedia secara terbuka untuk semua pengguna TikTok. Tool itu bisa menunjukkan angka video yang nyangkut ke tagar tertentu, beserta informasi terkait audiens yang menonton video tersebut.

    Tool itu kemudian dijadikan bahan kritik ke TikTok. Layanan di bawah raksasa China ByteDance tersebut dinilai memiliki bias terhadap postingan di platformnya, sesuai arahan Beijing.

    TikTok sendiri telah melawan klaim bahwa pihaknya bias dengan konten-konten pro-Palestina. Untuk benar-benar lepas dari berbagai kritikan, TikTok diam-diam mengambil langkah baru.

    Mulai pekan lalu, tombol ‘cari’ pada tool Creative Center tak tersedia. Tak ada pula tautan untuk tagar yang terkait dengan perang Israel-Hamas dan Amerika Serikat, dikutip dari Dnyuz, Selasa (9/1/2024).

    TikTok mengatakan mulai sekarang tool tersebut akan fokus membagikan data 100 tagar terpopuler dalam berbagai industri, seperti hewan peliharaan hingga perjalanan.

    “Sayangnya, banyak oknum dan organisasi yang menyalahgunakan tool kami untuk memberikan kesimpulan yang tidak akurat. Jadi, kami mengganti beberapa fitur untuk memastikan pemanfaatannya tepat guna,” kata juru bicara TikTok Alex Haurek.

    TikTok yang selama ini dituduh sebagai antek-antek pemerintah China mengatakan laporan dari para peneliti terkait bias TikTok menggunakan metodologi dan kesimpulan yang tak benar.



    Artikel Selanjutnya


    Viral Komplek Mewah Tentara Israel Dekat Zona Perang Gaza

    (fab/fab)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.