Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pengguna Vaksin Sinovac, Ini Booster Terampuh ‘Hajar’ Omicron
    Insight News

    Pengguna Vaksin Sinovac, Ini Booster Terampuh ‘Hajar’ Omicron

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Februari 2022Updated:23 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Program vaksinasi booster sudah mulai dijalankan pemerintah beberapa waktu lalu kepada masyarakat umum. Bagi mereka yang mendapatkan dua dosis pertama Sinovac, terdapat kombinasi dosis ketiga (booster) terbaik yang bisa melawan varian omicron.

    Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Brazil dan Universitas Oxford menyebutkan beberapa jenis vaksin untuk booster terbaik bagi penerima vaksin primer Sinovac. Yakni vaksin AstraZeneca, Pfizer-BioNTech atau Johnson & Johnson.

    Studi itu menemukan Sinovac mendapatkan penguat lebih baik dari vaksin dengan platform vektor vaksin yakni AstraZeneca dan Johnson & Johnson atau mRNA (Pfizer). Dengan kombinasi tersebut diyakini vaksin bisa melawan varian Delta serta omicron, yang sedang menyebar saat ini.

    “Studi ini memberikan pilihan penting bagi pembuat kebijakan di banyak negara di mana vaksin menggunakan virus tidak aktif (Sinovac dan Sinopharm) telah digunakan,” kata pemimpin studi, Andrew Pollard yang juga direktur Oxford Vaccine Group seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/2/2022).

    Sementara itu dalam penelitian lain, booster vaksin Pfizer-BioNTech yang diberikan pada mereka penerima dua dosis Sinovac ternyata menunjukkan respon imun lebih rendah pada omicron dibandingkan strain lain.

    Vektor virus yang dikembangkan AstraZeneca-Oxford serta Johnson & Johnson menggunakan versi virus yang lebih lemah untuk mengirimkan instruksi genetik. Ini bertujuan untuk membuat protein dari virus yang mencari perlindungan.

    Sedangkan vaksin mRNA mengirimkan transkrip genetik dengan instruksi untuk membuat protein virus. Dengan begitu mengajarkan tubuh untuk bertahan melawan infeksi virus.

    Lalu bagaimana jika dosis ketiga diberikan dengan Sinovac juga? Dalam sebuah studi dari Brazil mengungkapkan kombinasi itu dapat meningkatkan antibodi. Namun akan lebih baik hasilnya jika jenis vaksin berbeda yang digunakan.

    Penelitian tersebut melibatkan 1.240 sukarelawan dari kota Sao Paulo dan Salvador di Brazil.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.