Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Ungkap Jamur Bisa Jadi Penyelamat Bumi, Begini Caranya
    Insight News

    Peneliti Ungkap Jamur Bisa Jadi Penyelamat Bumi, Begini Caranya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juni 2024Updated:1 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Studi terbaru menemukan bahwa jamur kancing mampu menjadi “penyelamat Bumi”. Bahkan, sisa limbah dari jamur tersebut juga bisa berperan dalam penyelamatan tersebut.

    Melansir dari CNBC International, sebuah studi yang dilakukan peneliti dari Utrecht University, Belanda menemukan bahwa sisa limbah budidaya jamur kancing putih dapat digunakan untuk menjernihkan air.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan studi yang diterbitkan pada April 2024 lalu, para peneliti menjelaskan bahwa jamur kancing putih merupakan salah satu jenis jamur yang menghasilkan enzim yang mendegradasi lignin, yakni polimer yang memiliki sifat struktural pada kayu dan tanaman.

    Menurut para ahli, enzim tersebut juga terbukti dapat memecah zat lain. Dalam penelitiannya, para ahli menyebut bahwa substrat sisa panen jamur dapat berperan sebagai media budidaya jamur, seperti tanah saat menanam tanaman.

    Atas dasar tersebut, para peneliti memutuskan untuk menguji seberapa efektif sisa substrat jamur dalam menghilangkan zat kontaminan dari air.

    Dalam uji coba tersebut, mereka menambahkan delapan zat ke dalam air, termasuk bahan kimia herbisida, kafein, dan obat-obatan farmasi, lalu menggabungkannya dengan pecahan substrat.

    Hasilnya, sebanyak 90 persen mikropolutan organik ini telah dihilangkan dari air dalam jangka waktu tujuh hari. Namun, hasil ini tergantung pada zatnya.

    Sementara itu, studi lain yang ditulis bersama Van Brenk dan diterbitkan pada Mei lalu menemukan bahwa substrat jamur dan “teh” yang dibuat dengan merendam substrat dapat menghilangkan pewarna tekstil dari air.

    Secara rinci, jamur menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam menghancurkan polutan di lingkungan, sebuah praktik yang dikenal sebagai mikoremediasi.

    Sebagai contoh, jamur telah digunakan di hutan hujan Amazon dalam upaya membersihkan tumpahan minyak. Sebuah kelompok akar rumput di Sonoma County, California, beralih ke jamur tiram untuk mengatasi racun di lingkungan setelah kebakaran hutan.

    Di Selandia Baru, para peneliti telah menggunakan jamur untuk mengolah tanah yang terkontaminasi pestisida PCP.

    Di tempat lain, sebuah firma arsitektur di Cleveland, Ohio bahkan mendukung penggunaan jamur untuk membantu merobohkan rumah-rumah yang ditinggalkan di kota tersebut.


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.