Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Temukan Atlantis Tenggelam di Wilayah Dekat RI
    Insight News

    Peneliti Temukan Atlantis Tenggelam di Wilayah Dekat RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2024Updated:19 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah wilayah hilang yang kerap diistilahkan ‘Atlantis’ ditemukan di Australia. Dilaporkan wilayah itu mampu menampung hingga 500 ribu orang.

    Temuan Griffith University menjelaskan wilayah itu akan menghubungkan Kimberley dan Arnhem Land. Saat ini, keduanya dipisahkan oleh teluk laut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita membicarakan lanskap yang teredam, sekitar lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut,” kata arkeolog dari Griffith University, Kasih Norman, dikutip dari Live Science, Jumat (19/4/2024).

    Tim peneliti melakukan pemetaan soal wilayah yang tenggelam itu dengan menggunakan sonar dari kapal. Mereka mendapatkan gambar permukaan dalam jangka waktu 70 ribu hingga 9 ribu tahun lalu.

    Dalam waktu 71 ribu-59 ribu tahun lalu, permukaan air laut disebut mencapai 40 meter lebih rendah dari sekarang. Ini memperlihatkan sejumlah kepulauan di bagian tepi barat laut Benua, dan bisa dijangkau menggunakan kapal dari pulau Timor.

    Sementara periode 29 ribu-14 ribu tahun lalu, penurunan muka laut terjadi lagi dengan lebih drastis. Saat itu merupakan puncak zaman es terakhir.

    Pada zaman itu, wilayah luas terbentang di samping Australia. “Kami melihat daratan yang luasnya sekitar 1,6 kali luas Inggris,” ungkapnya.

    Temuan ini membuatnya berkesimpulan sempat ada kepulauan dari wilayah Indonesia menuju ke Australia. Memungkinkan teori migrasi bertahap dari dua negara terjadi.

    Dari pemetaan sonar juga terungkap kemungkinan manusia hidup dalam wilayah tersebut. Terdapat lereng curam tinggi dan terlindung, danau air tawar, hingga bekas kelokan dasar sungai di daratan.

    Norman juga memproyeksikan jumlah orang yang bisa hidup di sana. Dia mengatakan kemungkinan 50 ribu hingga 500 ribu orang bisa hidup di wilayah itu.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.