Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Peneliti Jerman Kaget Temukan Jutaan Bopeng Misterius di Dasar Samudra
    Insight News

    Peneliti Jerman Kaget Temukan Jutaan Bopeng Misterius di Dasar Samudra

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Januari 2024Updated:21 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti asal Jerman menemukan banyak bopeng misterius di dasar lautan. Temuan 40 ribu lubang itu berasal dari Laut Utara.

    IFL Science mencatat lubang-lubang itu terbentuk dari gas metana yang bocor dari sedimen Bumi. Namun temuan terbaru menemukan asal bopeng diciptakan oleh kehidupan.

    Menurut tim ilmuwan dari Universitas Kiel, lubang tersebut berasal dari vertebrata besar. Mereka mencoba mencari mangsa di dasar laut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tempat tersebut menjadi feeding pit awal. Fungsi yang tadinya sebagai inti akhirnya menjadi lubang yang sangat besar.

    Sementara itu, tim peneliti mengatakan lumba-lumba yang tengah berburu belut pasir kemungkinan yang membuat bopeng tersebut di Laut Utara. Jadi membantah ide sebelumnya yang berasal dari cairan atau gas metana.

    “Hasil menunjukkan bahwa depresi terjadi berhubungan dengan habitat dan perilaku lumba-lumba serta belut pasir serta tidak terbentuk oleh cairan yang naik,” kata penulis utama studi, Jens Schneider von Deimlig, dikutip Kamis (18/1/2024).

    Lubang tersebut sama dengan tempat makan lumba-lumba. Selain itu juga digabungkan dengan perilaku kehidupan dan pola makan lumba-lumba.

    Dia menjelaskan timnya mendapatkan kesimpulan berasal dari data resolusi. Yakni mengumpulkan data echosounder dan menggabungkan dengan informasi soal biologi hewan, oseanografi, penginderaan jauh satelit dan pemetaan habitat.

    Temuan itu diyakini terjadi secara global. Namun mereka masih akan melakukan pemantauan lagi.

    “Kami memperkirakan mekanisme yang mendasarinya terjadi secara global, namun hingga sekarang masih dipantau,” ungkapnya.

    (npb)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.