Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Parah! OpenAI Gaji Rendah Orang Kenya untuk Bikin ChatGPT
    Insight News

    Parah! OpenAI Gaji Rendah Orang Kenya untuk Bikin ChatGPT

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Januari 2023Updated:21 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepopuleran ChatGPT ternyata berbanding terbalik dengan kesejahteraan pegawainya. OpenAI, pembuat sistem itu, dilaporkan tidak memberikan kondisi kerja yang baik, bahkan menggaji rendah para karyawannya di Kenya.

    Hal ini terungkap oleh whistleblower Daniel Motaung yang menggugat OpenAI di Nairobi pada Mei lalu. OpenAI digugat karena melanggar serikat pekerja.

    Perusahaan tersebut mengontrak perusahaan bernama Sama untuk menyempurnakan ChatGPT. Proyek tersebut digenjot hingga cepat rampung, lalu OpenAI segera ‘meninggalkan’ Sama, dikutip dari Qz, Jumat (20/1/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sama dilaporkan harus memecat 200 orang dan menutup kantor di Nairobi selamanya. Sementara di sisi lain, OpenAI telah menyelesaikan proyek GPT-3 pada November 2022 lalu.

    “Ini adalah hari yang sulit, [namun] kami yakin merupakan keputusan jangka panjang yang tepat untuk bisnis kami,” kata Sama dalam unggahan blognya tanggal 10 Januari 2023.

    Perusahaan menambahkan, bagi pegawai yang terdampak dapat melamar ke “posisi terbuka lain di kantor Afrika Timur”.

    Upah yang diberikan kepada pegawai Sama berbeda sangat jauh dengan upah minum di California. Qz mencatat perusahaan membayar pekerjanya hanya US$1,32 hingga US$2 (Rp 19.600 – Rp 30 ribu) Rp per jam dari November 2021-Februari 2022.

    Sementara di California, gaji pegawai ChatGPT mencapai US$16,99 per jam (Rp 256 ribu). Untuk upah minimumnya adalah US$7,25 per jam (Rp 109.300), yang masih berbeda jauh dengan gaji di Afrika.

    Namun ternyata gaji tersebut masih jauh lebih besar dari perusahaan moderasi konten serupa yang berbasis di Afrika Timur. Sama menyatakan bayarannya mencapai dua kali lipat dan juga mendapatkan paket tunjangan dan pensiun penuh.

    “Sama membayar Sh26.600 dan Sh40 ribu (US$210 hingga US$313 atau Rp 3,1 juta- Rp 4,7 juta) per bulan lebih dari dua kali lipat upah minumum di Kenya dan jauh di atas upah layar. Upah AS akan komparatif antara US$30 dan US$45 (Rp 452 ribu – Rp 678 ribu),” kata perusahaan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Disebut Pembunuh Google, ChatGPT Buatan OpenAI Super Pintar

    (tib)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.