Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pabrikan Motor Listrik Gojek Baru Dapat Utang Triliunan
    Insight News

    Pabrikan Motor Listrik Gojek Baru Dapat Utang Triliunan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2022Updated:29 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan ekosistem sepeda motor listrik asal Taiwan, Gogoro telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit lima tahun senilai US$345 juta (lebih dari Rp 5,2 triliun) untuk meningkatkan likuiditas di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.

    Pinjaman tersebut berasal dari sekelompok 10 bank sindikasi yang dipimpin oleh Mega International Commercial Bank Co.

    Gogoro akan menggunakan dana tersebut untuk melunasi utang yang ada, mengamankan pasokan sel energi untuk baterai, mendukung operasi di Taiwan dan menyediakan modal kerja sesuai kebutuhan, menurut juru bicara perusahaan, dikutip dari TechCrunch, Kamis (29/9/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perusahaan akan memiliki opsi untuk memperpanjang pinjaman selama dua tahun tambahan dan mendapatkan diskon jika terus memenuhi tujuan pengurangan karbonnya.

    Dana segar datang sebulan setelah Gogoro merilis hasil pendapatan kuartal kedua. Laporan tersebut menunjukkan perusahaan masih tumbuh, tetapi harus berhati-hati, mengingat kondisi pasar dan ekonomi makro.

    Awal bulan ini, Gogoro meluncurkan stasiun pertukaran baterai dan skuter listriknya di Israel dan memilih pilot pertukaran baterai EV pertama di Singapura.

    Pada November tahun lalu, perusahaan meluncurkan stasiun pertukaran baterai di China, yang beroperasi di bawah merek Huan Huan, yang merupakan kemitraan antara Gogoro dan pembuat kendaraan roda dua listrik Yadea dan DCJ.

    Gogoro go public melalui merger dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus (SPAC) pada bulan April. Minat dari pasar untuk mendanai perusahaan hasil merger dengan SPAC belakangan berkurang.

    Sekarang, perusahaan SPAC yang fokus di EV sedang berjuang dengan masalah produksi, tekanan inflasi, dan kemacetan rantai pasokan yang menurunkan valuasi dan menimbulkan rintangan terhadap likuiditas. Baru-baru ini, Nikola dan Lucid Motors, dua EV SPAC lainnya, mengatakan bahwa mereka perlu mengumpulkan lebih banyak uang untuk membawa kendaraan mereka ke pasar.

    Di Indonesia, Gogoro bekerja sama dengan perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi, yaitu Electrum, untuk membangun ekosistem sepeda motor listrik. Sepeda motor listrik dan fasilitas pertukaran baterai yang digunakan oleh mitra gojek, adalah hasil produksi Gogoro.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Tertangkap Kamera, Benarkah Gojek Sudah Masuk ke Malaysia?

    (dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.