Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pabrik iPhone Blak-Blakan Bisnis Seret di 2024, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Pabrik iPhone Blak-Blakan Bisnis Seret di 2024, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Januari 2024Updated:9 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pabrik perakit iPhone, Foxconn, blak-blakan mengaku pendapatannya akan turun pada Q1 2024 secara tahun-ke-tahun (yoy). Foxconn mengatakan permintaan pasar melambat sepanjang Q4 2023 lalu.

    Biasanya, kuartal pertama memang lebih landai ketimbang akhir tahun. Sebab, periode akhir tahun selama ini dimanfaatkan Foxconn untuk menggenjot suplai smartphone, tablet, dan perangkat elektronik lainnya ke pabrikan besar seperti Apple.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dengan logika tersebut, jika performa bisnis di Q4 2023 saja landai, apalagi di Q1 2024.

    Dalam laporan resmi, Foxconn mengatakan Q1 2024 akan melambat seperti periode yang sama dalam tiga tahun terakhir. Namun, pendapatan diramal akan menurun secara yoy, dikutip Senin (8/1/2024).

    Foxconn belum merinci angka prediksi penurunannya. Sebagai informasi, pada tiga bulan pertama tahun lalu, Foxconn mencatat rekor pendapatan tertinggi di Q1 karena operasional kembali normal pasca dilanda pandemi.

    Adapun pendapatan pada bulan lalu tercatat T$460.1 miliar yang dinilai lebih baik dari prediksi, meski masih turun 26,9% yoy.

    Secara total, selama Q4 2023, pendapatan Foxconn turun 5,4% menjadi T$ 1.851 triliun. Meski turun, namun angka itu masih di atas prediksi analis yang mematok T$ 1.827.

    Permintaan yang lambat sedikit banyak dipengaruhi performa bisnis Apple yang anjlok. Sebab, Apple merupakan klien terbesar Foxconn.

    Saham Apple turun pasca dua analis mengemukakan kekhawatiran atas penjualan iPhone yang diprediksi akan terus melambat sepanjang 2024. Kendati demikian, Apple masih mengamankan posisi sebagai perusahaan paling bernilai di dunia.


    Artikel Selanjutnya


    iPhone 15 Bukti Nyata Kegagalan Apple, Penjualan Anjlok!

    (fab/fab)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.