Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Orang Takut Lubang Bikin Bingung, Peneliti Beberkan Penyebabnya
    Insight News

    Orang Takut Lubang Bikin Bingung, Peneliti Beberkan Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Juli 2024Updated:14 Juli 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak orang yang menyadari bahwa dirinya mengalami trypophobia atau ketakutan yang ditandai dengan keengganan terhadap kumpulan lubang kecil. Tapi kira-kira apa ya penyebabnya?

    Kesadaran akan fobia ini telah menyebar luas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menciptakan sumber penelitian yang menarik bagi masyarakat umum dan komunitas ilmiah.

    Penelitian baru berpendapat bahwa asal mula fobia ini dapat dijelaskan oleh dua hipotesis, yakni hipotesis “hewan berbahaya” dan hipotesis “penghindaran penyakit kulit”.

    Menurut psikologi evolusi, otak manusia mungkin masih menerapkan algoritma mental tertentu yang kita sebagai makhluk hidup peroleh selama sejarah evolusi.

    Ini berarti bahwa meskipun saat ini tidak lagi hidup dalam lingkungan dan kondisi yang sama dengan nenek moyang terdahulu, perilaku kita tetap dapat dipicu oleh hal-hal tertentu di dunia.

    Fobia ular atau laba-laba, misalnya, mungkin merupakan sisa-sisa dari masa lalu evolusi kita. Bahkan, banyak peneliti percaya kita mungkin mewarisi respons rasa takut sebagai mekanisme untuk menjaga kita tetap aman dari makhluk-makhluk ini yang pernah memberi tekanan pada kita di masa lalu.

    Bahkan rasa takut terhadap ketinggian dapat dijelaskan oleh proses ini, tetapi apakah proses ini berlaku untuk setiap sumber rasa takut?

    Hal inilah yang mendorong penelitian terbaru yang dilakukan oleh para psikolog evolusi di Prancis dan Slovakia. Mereka ingin melihat apakah fobia seperti trypophobia dapat memiliki akar evolusi yang serupa.

    Penyebab orang takut lubang

    Fobia ini sebagian besar tidak diketahui hingga munculnya internet pada tahun 2000-an.

    Trypophobia mungkin tampak seperti fobia yang tidak biasa, tetapi sebagian besar manusia ternyata mengalami beberapa gejalanya. Ini menunjukkan bahwa mungkin ada reaksi yang melekat dan bahkan adaptif terhadap rangsangan tertentu.

    Menurut penelitian, pola pemicu trypophobia dan gambar hewan berbisa dapat memicu respons saraf serupa, yang dapat mengindikasikan mekanisme penghindaran spesifik yang dikembangkan oleh nenek moyang kita.

    Ketika orang melihat pola ini dalam foto, atau pada hewan seperti ular, misalnya, mereka mengalami peningkatan negativitas posterior awal, yakni respons saraf yang terjadi ketika kita secara otomatis memproses informasi visual yang mengancam. Respons yang mengakar ini dapat mengindikasikan perilaku adaptif.

    Trypophobia juga dapat dijelaskan oleh hipotesis “penghindaran penyakit kulit”, yang menunjukkan bahwa rasa takut berevolusi dari mekanisme untuk menghindari penyakit menular.

    Parasit dan penyakit tertentu menciptakan pola pada kulit yang menyerupai kelompok lubang. Penyakit menular serius seperti cacar, wabah, kusta, tifus, dan rubella semuanya menghasilkan stigmata melingkar atau kelompok pustula pada kulit.

    Menariknya, penelitian telah menunjukkan bahwa reaksi trypophobia cukup mirip dengan reaksi jijik, yang juga merupakan respons utama dalam penghindaran penyakit.

    Pada saat yang sama, penelitian lain telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap rasa jijik terhadap penyakit lebih mungkin mengalami trypophobia, yang memperkuat gagasan bahwa keduanya saling terkait.

    Namun, trypophobia belum diakui sebagai fobia yang sah oleh semua orang. Bahkan, fobia ini tidak tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5).

    Para peneliti dalam studi terbaru ini berpendapat sebaliknya, mereka yakin bahwa tripofobia memenuhi banyak kriteria diagnostik yang seharusnya menjadikannya fobia yang “sejati”.

    Saksikan video di bawah ini:

    Kasih Layanan Akses Gaji Instan ke Karyawan, Ini Cuan Bisnis Paywatch




    Next Article



    Harta Karun Usia 3.000 Tahun Ternyata Asalnya dari ‘Dunia Lain’



    (dem/dem)

    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.