Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Opsel Merger Jadi Tiga, Ini Dampaknya ke Warga RI
    Insight News

    Opsel Merger Jadi Tiga, Ini Dampaknya ke Warga RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Oktober 2023Updated:9 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mendorong untuk terjadinya konsolidasi di industri telekomunikasi. Jika itu terjadi, akan ada tiga operator seluler (opsel) di dalam negeri.

    Saat ini terdapat empat opsel, yakni PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) sebagai perusahaan hasil merger Indosat dan Tri, PT XL Axiata Tbk. (EXCL), serta PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN). Sebelumnya, konsolidasi Indosat Ooredoo Hutchison terjadi antara Indosat dengan Tri Indonesia lebih dari satu tahun lainnya.

    Budi Arie mendorong Smarfren melakukan merger dengan operator lainnya. Salah satunya adalah dengan XL, namun bisa juga dengan Telkomsel dan Indosat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menjelaskan konsolidasi akan membuat industri lebih efisien.

    “Indonesia memang luas. Ada banyak pulau, sehingga memakan biaya untuk membangun infrastruktur. Apalagi ke depannya 5G lebih mahal lagi dan membutuhkan investasi yang banyak,” kata Dian ditemui Syukuran Anniversary XL Axiata 27th, di Jakarta, Senin (9/10/2023).

    Agar investasi lebih efisien, konsolidasi opsel menjadi salah satu solusi. Opsel yang lebih sedikit juga akan membuat pembagian spektrum lebih maksimal. Alhasil, kualitas layanan ke pengguna pun meningkat.

    “Operator bisa lebih menitikberatkan kepada experience. Zaman dulu di mana price war banyak terjadi itu sebetulnya akan mengakibatkan kualitas kurang baik,” ungkap dia.

    Dia mengatakan price war sudah lebih terkendali sejak tahun lalu. Persaingan juga lebih sehat dan kualitas dapat lebih terjaga.

    “Jadi itu, [dampak konsolidasi] persaingan lebih sehat. Dengan persaingan lebih sehat itu, kualitas bisa lebih terjaga. Kita bisa manfaatkan investasinya itu untuk meningkatkan lagi dari level experience seperti digitalisasinya lebih bagus kemudian digital service lebih banyak,” jelas Dian.



    Artikel Selanjutnya


    Adu Cepat Internet Telkomsel, XL, Indosat, Tri dan Smartfren

    (npb/npb)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.