Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ngeri! Studi Terbaru Sebut Covid Bisa Sebabkan Otak Menyusut
    Insight News

    Ngeri! Studi Terbaru Sebut Covid Bisa Sebabkan Otak Menyusut

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2022Updated:10 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian memperlihatkan Covid-19 berpengaruh pada otak pasien. Dalam pemindaian MRI (magnetic resonance imaging), ukuran seluruh otak sedikit menyusut setelah infeksi ringan.

    Bahkan tim peneliti menemukan sedikit materi abu-abu pada bagian yang berhubungan dengan penciuman dan ingatan.

    “Kami melihat infeksi ringan, jadi untuk melihat bahwa benar-benar ada perbedaan pada otak mereka dan melihat perbedaan pada otak mereka dan seberapa banyak perubahan dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi cukup mengejutkan,” jelas penulis utama studi, prof. Gwenaelle Douaud dari Wellcome Center for Integrative Neuroimaging di University of Oxford, dikutip dari BBC, Rabu (9/3/2022).

    Para ilmuwan itu memindai ulang 401 peserta dalam 4,5 bulan rata-rata setelah terinfeksi. Dari jumlah itu 96% diantaranya memiliki gejala ringan.

    Selain itu juga terdapat 384 partisipan yang belum terjangkit Covid-19. Dari penelitian itu ditemukan pada kelompok yang terinfeksi, ukuran otaknya setelah terkena Covid-19 menyusut antara 0,2% dan 2%.

    Bagian abu-abu di area penciuman dan memori juga ada yang hilang. Namun belum jelas apakah hilangnya materi tersebut di area penciuman karena virus menyerang area tersebut atau sel mati begitu saja akibat tidak digunakan pasien Covid-19 setelah kehilangan indera penciuman.

    Selain itu juga tidak jelas apakah seluruh varian virus bisa menyebabkan kerusakan yang sama.

    Ternyata peserta yang baru pulih dari Covid, juga ditemukan sedikit kesulitan melakukan tugas mental yang kompleks.

    Mereka tidak mengetahui apakah perubahan itu bersifat permanen, namun menekankan dapat disembuhkan. Menurut Douaud, otak dapat menyembuhkan dirinya sendiri.

    “Jadi ada kemungkinan besar, seiring berjalannya waktu, efek berbahaya dari infeksi akan berkurang,” kata dia.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.