Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ngeri, Lubang Hitam ‘Tetangga’ Bumi Bisa Telan 10 Matahari
    Insight News

    Ngeri, Lubang Hitam ‘Tetangga’ Bumi Bisa Telan 10 Matahari

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 November 2022Updated:14 November 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah lubang hitam dekat Bumi berhasil ditemukan. Bahkan karena cukup dekat, para peneliti menganggapnya berada ‘di halaman belakang kosmik kita’.

    Lubang hitam itu bernama Gaia BH1, dengan jarak 1.566 tahun cahaya di konstelasi Ophiuchus dan kira-kira 10 kali lebih besar dari Matahari, dikutip dari Live Science, Senin (14/11/2022).

    Gaia BH1 merupakan bagian dari sistem biner dengan bintang mirip Matahari, serta mengorbit seperti Bumi. Berdasarkan penjelasan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society pada 4 November lalu, sistem tersebut merupakan yang pertama dalam jenisnya yang pernah diamati di Bima Sakti.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Meski ada banyak klaim yang mendeteksi sistem ini, hampir semua temuan disangkal,” kata pemimpin penulis dan astrofisikawan di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonia di Massachusetts dan Institut Astronomi Max Planck Jerman, Kareen El-Badry.

    “Ini merupakan deteksi jelas pertama dari bintang seperti Matahari di orbit luas di sekitar lubang hitam dengan massa bintang di galaksi kita”.

    Untuk dapat menemukan lubang hitam terdekat, para peneliti menggunakan pesawat antariksa Gaia dari Badan Antariksa Eropa. Lembaga tersebut telah memetakan posisi dan pergerakan sekitar 2 miliar bintang di Bima Sakti.

    Dengan menggunakan data Gaia, para peneliti berhasil menemukan satu bintang dengan ciri gelombang yang berbeda. Mereka memperkirakan gelombang itu berasal dari gravitasi lubang hitam yang tidak terlihat.

    Untuk memastikannya, para ilmuwan menggunakan teleskop berbasis darat seperti Magellan Clay dan MPG/ESO di CHile serta Gemini North dan Keck 1 yang berada di Hawaii. Hasilnya memang objek raksasa tidak terlihat yang menarik bintang.

    “Pengamatan lanjtan Gemini mengonfirmasi jika biner mengandung bintang normal dan setidaknya satu lubang hitam tidak aktif,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ada Fenomena Planet Sejajar Pekan Ini, 18 Tahun Sekali


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.