Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Negara Blokir TikTok Tambah Lagi, Nasib di Ujung Tanduk
    Insight News

    Negara Blokir TikTok Tambah Lagi, Nasib di Ujung Tanduk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2023Updated:14 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Inggris akan melarang keberadaan aplikasi TikTok di perangkat pemerintah. Keputusan ini menyusul Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Kanada yang melakukan hal serupa.

    Larangan TikTok pada perangkat pemerintah Inggris dilaporkan oleh Bloomberg. Sebelumnya, The Times of London melaporkan kebijakan itu akan direkomendasikan terkait tinjauan keamanan Inggris.

    Tinjauan itu ternyata menimbulkan kekhawatiran atas data sensitif oleh TikTok, dikutip Business Insider, Selasa (14/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di tingkatan Uni Eropa, badan eksekutif setempat juga telah menetapkan waktu larangan itu dijalankan. The Guardian melaporkan staf lembaga itu telah diberitahu untuk menghapus TikTok dari aplikasi mereka hingga Rabu besok (15/3/2023) waktu setempat.

    Alasan larangan Uni Eropa, AS, dan Kanada juga hampir sama dengan Inggris. Yakni terkait adanya kekhawatiran aplikasi bisa mengumpulkan informasi sensitif soal pegawai dan pada akhirnya memberikan kepada pemerintah atau dinas intelijen China.

    Kebijakan tersebut datang meski di saat bersamaan TikTok meluncurkan ‘Project Clover’. Inisiatif itu jadi cara perusahaan untuk meyakini anggota parlemen jika data pengguna aplikasi tetap aman.

    Para eksekutif juga telah bertemu dengan penasihat kebijakan Inggris pada hari Senin (13/3) kemarin. Kepada The Wall Street Journal, mereka menghargai upaya yang dilakukan TikTok. Namun di sisi lain, mereka menyebut proyek tersebut tak menutup kemungkinan TikTok bisa menolak perintah dari pemerintah China.

    TikTok juga telah buka suara terkait larangan itu. Juru bicara perusahaan mengungkapkan kekecewaan atas keputusan pemerintah Inggris.

    “Sementara kami menunggu detail dari kekhawatiran khusus apapun yang mungkin dimiliki pemerintah Inggris, kami akan kecewa dengan langkah seperti itu,” ungkap juru bicara itu.

    Terkait larangan di wilayah itu, juru bicara TikTok menyebutkan sebagai ketakutan salah tempat. Menurutnya didorong adanya masalah geopolitik lebih luas.

    “Namun kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi masalah apapun,” kata juru bicara TikTok.



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.